SENAPATI 2022 Digelar, Usung Tema Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Berkelanjutan

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Fakultas Teknik Universitas Lampung mengadakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (SENAPATI) 2022 di Swiss-Belhotel Bandarlampung, Kamis (20/102022).

Kegiatan ini mengambil tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Berkelanjutan” ini selain dilaksanakan langsung juga secara online melalui aplikasi zoom meeting.

Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed., membuka kegiatan ini secara daring. Menurutnya SENAPATI adalah seminar nasional yang rutin diadakan setiap tahun oleh Universitas Lampung dengan tujuan mempertemukan berbagai intelektual yang peduli dari seluruh Indonesia.

Berbagai kondisi dihadapi dalam melaksanakan pembangunan. Setiap tantangan yang dihadapi bersifat multidimensi.

“Contohnya isu perubahan iklim yang jika ditilik lebih jauh tidak hanya terkait isu lingkungan semata, namun juga terkait dengan pembangunan ekonomi wilayah berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan.”

Sofwan mengatakan dalam memberikan solusi terhadap tantangan seperti itu, diperlukan transisi kebijakan guna menjaga keberkelanjutan dan keselarasan antara pembangunan ekonomi, sosial-budaya, dan perbaikan lingkungan hidup.

“Oleh karena itu harus kita sadari bersama, upaya mewujudkan ide pembangunan berkelanjutan di Indonesia memerlukan sinergi, kerjasama, dan peran serta aktif dari seluruh stake-holders terkait,” lanjutnya.

Gerakan para intelektual untuk secara berkelanjutan, kata Sofwan mengaplikasikan ilmunya untuk pembangunan merupakan sesuatu yang harus diapresiasi dengan luar biasa.

Dikatakannya, pembangunan berkelanjutan secara luas didefinisikan sebagai: pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

“Salah satu konsep yang ditekankan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah Pembangunan rendah karbon (low carbon development). Indonesia merupakan 10 besar penghasil karbon dioksida dunia yang bertujuan untuk melakukan pembangunan rendah karbon sehingga pada 2030 emisi Indonesia turun sampai dengan 43%,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana SENAPATI 2022, Sasana Putra, S.T., mengatakan tujuan yang dicapai sejalan dengan tema yang diusung.

BACA JUGA :  Pendidikan Multikultural dalam Membangun Karakter Bangsa

“Sebagaimana kita pahami bersama, isu perubahan iklim tidak hanya terkait isu lingkungan semata, namun juga terkait dengan pembangunan ekonomi wilayah berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Perbaikan lingkungan hidup, lanjut Sasana, diperlukan dukungan dari semua pihak terhadap konsep Pembangunan Rendah Karbon (PRK) untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui kegiatan pembangunan rendah emisi dan mengurangi eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

“Transisi pembangunan rendah karbon ini perlu diselaraskan dengan dukungan pengembangan teknologi dan inovasi. Upaya peningkatan teknologi rendah emisi perlu terus didorong sehingga teknologi rendah karbon dapat semakin terjangkau dan memiliki nilai ekonomi yang lebih menguntungkan. Kemajuan teknologi juga perlu dimanfaatkan untuk perencanaan, pengawasan, dan pengendalian pembangunan beserta dampaknya terhadap lingkungan secara lebih efisien,” tutupnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini menghadirkan Keynote Speaker:Prof. Dr. Okid Parama Astirin, M.Si. [Reviewer Nasional Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM, Ditjen Dikti, Kemdikbudristek]. Drs. Sulpakar, M.M [PJ Bupati Kabupaten Mesuji] diwakili oleh Abu Rosid Istomi, S.Si, M.Si. [Kepala Bappelitbangda Kab. Mesuji]
Ir. Budi Harto, MM. [Direktur Utama PT. Hutama Karya] diwakili oleh MARDIANSYAH, S.T., M.T. Executive Vice President Divisi Human Capital PT. Hutama Karya dan Dr. Ir. C. Niken DWSBU, M.T. [Universitas Lampung]

Selain dari narasumber, 43 makalah juga akan dipresentasikan pada SENAPATI 2022
ini secara daring dan luring yang berasal dari seluruh Indonesia.***