Singapore Tourism Board Meluncurkan UNSEEN/SINGAPORE

Pameran foto virtual yang menyoroti sisi Singapura yang belum banyak diketahui

KRAKATOA.ID, JAKARTA – Singapore Tourism Board (STB) berkolaborasi dengan National Geographic CreativeWorks dalam peluncuran UNSEEN/SINGAPORE, sebuah kampanye yang membayangkan kembali Singapura sebagai destinasi wisata dari sudut pandang para fotografer andal dari Asia Tenggara. Melalui fotografi, pameran ini mendorong para wisatawan untuk menjelajahi dan meluangkan waktu sejenak untuk mengamati keragaman budaya dan berbagai destinasi di Singapura yang belum banyak diketahui.

Kampanye yang sudah berjalan sejak 25 Januari 2023 memamerkan koleksi karya fotografi melalui pameran virtual, yang ditangkap dan dikurasi oleh enam fotografer dari Asia Tenggara. UNSEEN/SINGAPORE menampilkan karya-karya dari:

● Tino Renato dari Indonesia
● Amani Azlin dari Malaysia
● Jayaprakash Bojan dari Singapura
● Chanipol Kusolcharttum, lebih dikenal sebagai “Rockkhound”, dari Thailand
● Pham Gia Tung dari Vietnam
● Gab Mejia dari Filipina

Dalam mengkurasi koleksi UNSEEN/SINGAPORE, setiap fotografer mengunjungi Singapura pada pertengahan tahun 2022, untuk menjelajahi area-area terpencil di Singapura yang menampilkan keindahan alam, bangunan bersejarah, situs budaya, dan seni. Masing-masing fotografer mempresentasikan pandangan mereka akan UNSEEN/SINGAPORE dengan cara yang bisa mewakilkan pengalaman pribadi.

Para fotografer menjelajahi Singapura lebih dalam di luar atraksi-atraksi yang terkenal dan pemandangan kota yang ikonis, untuk menyoroti destinasi lain yang sama menawannya – mulai dari area yang cantik, pantai yang subur serta mercusuar di tepi pulau.

“Kami berharap untuk menginspirasi para wisatawan ke Singapura untuk membayangkan dan menemukan kembali kesenangan saat berpergian. Salah satu caranya adalah dengan menggambarkan Singapura dari sisi yang berbeda agar para wisatawan dapat melihat sesuatu yang baru dari sudut pandang orang lain. UNSEEN/SINGAPORE bertujuan untuk memperlihatkan karya-karya para fotografer berbakat dari Asia Tenggara yang menceritakan perjalanan mereka dalam bentuk karya foto. Kami berharap mereka akan menginspirasi para wisatawan untuk menemukan sesuatu yang baru di Singapura,” ujar John Conceicao, Direktur Eksekutif, Asia Tenggara, STB dalam siaran pers yang diterima Krakatoa.id.

BACA JUGA :  Unila Kukuhkan Tujuh Guru Besar di Berbagai Bidang Keilmuan

“Fotografi membuat saya memandang Singapura dari sudut yang berbeda. Saya tidak menyangka akan menemukan begitu banyak keindahan yang terpendam di negeri ini. Saya berharap dapat berbagi perasaan dan makna di balik cerita yang tertangkap melalui karya fotografi saya. Semakin dalam saya menjelajahi Singapura, semakin saya menyadari bahwa banyak hal yang belum saya ketahui sebelumnya,” ujar Tino Renato fotografer asal Indonesia.

UNSEEN/SINGAPORE merupakan bagian dari upaya STB untuk mendorong pemulihan perjalanan di tahun 2022 melalui SingapoReimagine, sebuah kampanye pariwisata yang menyoroti pengalaman baru, inovatif, dan tak terduga yang dapat dinikmati oleh semua kalangan di Singapura.

Singapura mencatat 6,3 juta kunjungan wisatawan internasional di tahun 2022. Kunjungan wisatawan internasional tersebut didorong oleh permintaan yang kuat dari pasar sumber utama Singapura, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Indonesia sendiri tercatat sebagai negara sumber wisatawan terbanyak Singapura dengan angka mencapai 1.1 juta pengunjung.

Kenali para fotografer

Tino Renato dari Indonesia

Seorang fotografer yang mempertajam ilmunya secara otodidak, untuk mengabadikan momen interaksi akan manusia yang diambil secara natural dan spontan. Tino memulai perjalanannya ketika ia masih muda dengan menggunakan kamera film yang hingga sekarang masih merupakan media favoritnya untuk memotret. Baginya, ini semua bertujuan untuk menangkap momen alami dari suatu tempat serta penduduknya dan menjadikan subjek itu sebagai fokus di balik fotonya. Hal tersebut yang membuat foto-fotonya tampak sederhana, sekaligus menambah kedalaman cerita seperti yang bisa kita lihat di UNSEEN/SINGAPORE.

Amani Azlin dari Malaysia

Amani adalah seniman visual multitalenta yang mengekspresikan kecintaannya pada konsep minimalis melalui karyanya untuk berbagai merek lokal. Ketika ia menggunakan kamera, Amani tidak terlalu banyak berpikir dan mengambil gambar sesuai dengan mata seninya. Baginya, yang terpenting adalah mengabadikan momen-momen tanpa naskah dalam kehidupan sehari-hari, dan saat bepergian di negara lain. Sebagai satu-satunya fotografer wanita dalam grup ini, Amani menawarkan pandangan baru tentang perjalanan ke berbagai tempat yang harus dikunjungi atas dasar kecintaannya pada perjalanan yang bisa dinikmati sepenuhnya tanpa dibatasi oleh waktu yang padat dan terbatas.

BACA JUGA :  Singapore Tourism Board dan Traveloka Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan Kerja Sama untuk Mendorong Minat Wisatawan Indonesia dan Asia Tenggara

Jayaprakash Bojan dari Singapura

Jayaprakash Bojan adalah pemenang National Geographic’s Nature Photographer of the Year 2017. Dia adalah seniman konservasi alam-satwa yang karyanya berfokus pada fotografi satwa liar di luar negeri. Sebagai seseorang yang telah tinggal di Singapura selama sekitar 7 tahun, masa pandemi mendorongnya untuk menjelajahi lingkungan sekitar (khususnya Taman Pasir Ris). Dengan proyek ini, Jayaprakash menemukan rumahnya kembali di Singapura, dari perspektif yang berbeda.

Chanipol Kusolcharttum, juga dikenal sebagai “Rockhound”, dari Thailand

Setelah beberapa tahun bekerja sebagai pramugara dan berkeliling dunia, Rockkhound memutuskan untuk mengejar dan memulai kecintaannya pada fotografi sebagai karier, yang memungkinkannya untuk menjelajahi dunia. Fotografer sekaligus sinematografer asal Bangkok ini memulai perjalanannya sekitar 10 tahun yang lalu di Instagram dengan merangkul filosofi melambat untuk benar-benar hidup di saat ini dan menikmati pemandangan di sekelilingnya saat ia bepergian. Gaya fotografi Rockkhound menghadirkan esensi gerakan dan emosi, dengan komposisi yang menarik dalam menambahkan gerakan-gerakan ke dalam foto-foto arsitektur Singapura. Ia juga menjalankan sebuah perusahaan produksi di Bangkok, mengadakan lokakarya, dan berbagi kiat foto dan pembuatan film di saluran miliknya.

Pham Gia Tung dari Vietnam

Tung menikmati proses memotret, mencari lokasi, menemukan sudut baru, dan menyiapkan bidikan yang bisa memakan waktu yang lama. Fotografer yang berbasis di Hanoi ini mengambil foto dari sudut yang jarang dipertimbangkan orang, dan terus menemukan cara untuk meningkatkan hasil fotografinya. Meskipun ia kerap mengunjungi Singapura sebelumnya, proyek ini memberinya kesempatan untuk lebih menghargai dan menangkap alam dan penduduk Singapura melalui sorotan yang berbeda.

Gab Mejia dari Filipina

Gab adalah penjelajah National Geographic dan sangat menyukai fotografi dan konservasi satwa liar. Pada tahun 2021, dia dianugerahi World Wide Fund For Nature International President’s Youth Award, dan juga terdaftar dalam Daftar Forbes 30 Under 30 tahun 2021 untuk Seni di Asia untuk kategori fotografi. Kisahnya dimulai ketika ayahnya mengajaknya mendaki gunung dan memicu minatnya pada alam serta cerita di baliknya. Visi Gab dalam proyek ini adalah untuk menunjukkan sisi lain dari Singapura, mengabadikan momen-momen di alam liar.***

BACA JUGA :  Soal DCT Tak Penuhi 30 Persen Perempuan, Bawaslu Nilai KPU Lakukan Pelanggaran Administrasi Pemilu