Kisah Sukses Kelompok Tani Pandawa Baru di Pekon Karang Sari Tanggamus

KRAKATOA.ID, TANGGAMUS — Lebih dari setahun belakangan ini Kelompok Tani Pandawa Baru di Pekon Karang Sari, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus bisa tersenyum semringah. Bagaimana tidak 50 ekor kambing yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung saat ini sudah berkembang biak menjadi sekitar 80 ekor. Bahkan sebagian telah dijual untuk pengembangan kandang, penambahan indukan, pembelian alat giling pakan dan studi banding ke kelompok tani lain.

“Alhamdulilah dari awal kita dimodali 50 ekor kambing, 40 jantan, 10 betina. Alhamdulilah saat ini kambing kita sudah berkembang biak menjadi 69 ekor,” kata Ketua Kelompok Tani Pandawa Baru, Satiman saat ditemui Krakatoa.id, di Pekon Karang Sari, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Rabu (17/5/2023).

Menurut Satiman Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung dengan bantuan Pertanian Keluarga menyasar kelompok taninya.

“Kita dapat bantuan 2021, untuk budidaya jagung seluas 1,5 ha dan kambing yang sampai sekarang masih terus dikembangkan bahkan kambing ini sebagian sudah kami jual. Yang jantan kami jual kami tukarkan yang betina karena yang berkembang biak itu yang betina. Sekarang ini sisa dijual masih 69 ekor dikandang,” jelasnya.

Pada tahun 2022 lanjutnya, juga telah diberikan bantuan alat sprayer sebanyak 5 buah. Dan 2023 diharapkan dapat dibantu alat peranjang pakan ternak/chopper.

Satiman mengatakan hasil dari penjualan jagung dan kambing kelompoknya sangat menambah penghasilan anggota kelompok bahkan bisa digunakan lagi untuk kembali menanam jagung, pembelian kambing indukan, pembaruan kandang, pembelian mesin giling pakan dan studi banding para anggotanya ke kelompok pertanian lain.

Alhamdulilah untuk kesejahteraan kita dan bisa juga untuk studi banding ke Ulubelu, beli mesin giling dan untuk pembaruan kandang yang di pengembangan,” jelas dia.

BACA JUGA :  Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Lakukan Kegiatan Penanganan Daerah Rentan Rawan Pangan

Mewakili Kelompok Tani Pandawa Baru, Satiman menyampaikan terima kasihnya pada Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung. Peningkatan kesejahteraan bagi para anggota kelompoknya perlahan sudah mulai dirasakan.

“Sangat-sangat luar biasa, terima kasih bener untuk bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami yang di pelosok ini. Sangat bermanfaat untuk kelompok tani, terutama untuk petani,” kata Satiman.

Ketua Kelompok Tani Pandawa Baru ini meminta untuk terus dibimbing baik oleh Pemerintah Provinsi Lampung maupun Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

“Ya harapannya ke depan, kami dari petani minta bimbingan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten untuk pengembangan berikutnya yang jelas banyak sekali kekurangan kami sebagai petani, mungkin alat-alat untuk petani lah yang utama,” pungkasnya.

Kelompok Tani Pandawa Baru dibentuk pada tahun 2019 lalu dan
memiliki anggota 22 petani.

Pada tempat yang sama anggota Kelompok Tani Pandawa Baru, Eko Prasetyo menjelaskan mengenai tehnis perawatan ternak kambing milik kelompoknya. Menurutnya Kelompok Tani Pandawa Baru dibentuk pada tahun 2019 lalu dan memiliki anggota 22 petani.

“Tehnisnya normal saja seperti peternak biasanya, ya pemberian pakan pagi, terus sore, malem, pemberian minum, ya normal pokoknya. Nah terus untuk komposnya kita manfaatkan kembali untuk kembali ke ladang, terus hasilnya kita kembalikan lagi ke kelompok untuk dikembangkan lagi. Mungkin untuk penggarap misalnya untuk kayak saya dan temen-teman, bagi hasil antara kelompok dan penggarap,” kata Eko.

Sementara untuk kebutuhan makanan untuk ternak lanjut Eko, bisa didapatkan dengan mudah di pekonnya. Setiap hari dibutuhkan 3-5 motor rumput atau makanan untuk 69 ekor kambing Kelompok Tani Pandawa Baru.

“Kalau rumput untuk pakan di sini sangat gampang lah cuma kita terkendala medan. Kalau untuk rumput sendiri kita nyari sangat mudah kalau bisa. Mungkin kalau perhari untuk jumlah keseluruhan 69 ekor ini, kita mungkin
kalau perlunya itu sekitar 4-5 motor lah,” kata dia.

BACA JUGA :  Sambut Natal dan Tahun Baru, Ini 3 Imbauan FKUB Lampung

Eko pun memaparkan terkait pengelolaan kompos kandang yang manfaatnya sudah dirasakan dan sangat baik untuk hasil pertanian milik anggota kelompoknya serta petani lain di Pekon Karang Sari.

“Untuk kompos enggak cuma kelompok yang bisa memanfaatkan, petani lain pun bisa memanfaatkan, cuman kita terkhususkan dulu untuk kelompok. Jadi kompos ini kita manfaatkan dulu untuk kelompok, setelah kelompok merasakan
manfaatnya, baru dikembangkan lagi ke masyarakat lain. Ini lo manfaat menggunkan kompos ini efeknya seperti ini untuk tanaman,” katanya.

Kepala Pekon Karang Sari, Wahid Hasyim mewakili warganya mengaku mendapatkan manfaat dari Program Pertanian Keluarga. Taraf hidup perekonomian anggota kelompok perlahan membaik.

Alhamdulilah berkat kita dapat bantuan PK dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi khususnya kelompok tani Pendawa Baru dan umumnya masyarakat kita, dampaknya yaitu positif, bisa meningkatkan untuk taraf hidup, ekonomi masyarakat yang ada di pekon kami,” kata Wahid.

Wahid berharap ada bantuan lain dari Pemerintah Provinsi Lampung bagi warga pekon Karang Sari yang ia pimpin.

“Ya harapan kami untuk Pemerintah Provinsi Lampung, semua sudah dilihat kenyataan yang ada di lapangan, fakta yang ada, tidak kita tutup tutupi hasilnya menurut penilaian, menurut observasi Pemerintah Provinsi Lampung alhamdulilah bagus. Dengan adanya kelompok tani yang bagus harapan kami ke depan saya minta tambahan bantuan-bantuan lagi selain kambing, sapi dan alat-alat kelengkapan untuk memajukan kelompok tani yang ada di pekon kami,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung mengembangkan program kegiatan Pertanian Keluarga yang dirancang komprehensif dari budidaya hingga pengolahan dan pemasaran.****