Ilmuwan: Kebakaran Hutan di Kanada Mungkin Terkait Iklim

Langit berwarna oranye di atas kota New York dan Washington, DC pekan ini tampak seperti kiamat sudah dekat. Namun apakah perubahan iklim berperan terhadap kebakaran hutan di Kanada timur yang menyebabkan asap? Kini para ilmuwan baru bisa menyimpulkan itu masih merupakan sebuah kemungkinan.

KRAKATOA.ID (VOA) –— Asap yang menyelimuti Pantai Timur AS bertiup dari provinsi Quebec di Kanada. Ini bukan pertama kalinya, kata Brian Wiens, direktur pengelola dari kelompok riset kebakaran hutan, Canada Wildfire.

“Terakhir kali kami menyebarkan asap ke negara tetangga Amerika pada tahun 2010, kalau saya tidak salah. Jadi, hal itu terjadi dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Pakar kebakaran hutan, Mark Cochrane dari University of Maryland mengatakan, kebakaran hutan paling cepat menyebar ketika cuaca panas, kering, dan berangin. Quebec tahun ini tidak terlalu kering, tetapi sangat panas. Beberapa bagian daerah itu memecahkan rekor suhu panas pada awal Juni.

“Ini bisa saja terjadi bahkan tanpa perubahan iklim. Di sisi lain, karena perubahan iklim, semakin sering terjadi kondisi seperti ini,” kata Cochrane.

Kemudian badai membawa petir tetapi sedikit hujan, sehingga memicu kebakaran hutan. Dan angin kencang mengipasi api sehingga membesar. Kondisi ini menjadi lebih umum ketika planet menghangat.

Sehubungan asap yang menyebar di atas New York dan Washington, Wiens mengatakan, hal itu tidak hanya disebabkan hutan yang panas dan kering, ditambah petir juga memicu api, tetapi juga pola cuaca yang sangat stabil yang mengalirkan asap ke selatan seperti pipa asap.

Jadi, langit yang aneh itu mungkin tetap tidak biasa. Tetapi lebih banyak kebakaran mungkin terjadi. Tahun ini adalah tahun yang buruk di Kanada, kata Wiens.

BACA JUGA :  Laporan PBB: Pasukan Rusia dan Ukraina Lakukan Penyiksaan

Lebih dari 400 titik api berkobar dari pantai ke pantai, menjadikan tahun kebakaran terburuk di negara itu. Itu mungkin gejala perubahan iklim, kata Cochrane.

“Kami memiliki lebih banyak api di tempat-tempat di mana ada banyak api. Tetapi di tempat-tempat di mana biasanya tidak ada api, kini kami menghadapi kondisi yang akan mampu memicu kebakaran, kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tukasnya.

Dan Cochrane menambahkan bahwa daerah-daerah itu tidak siap. [ps/jm]