Kasus Bitung, Ketua FKUB Lampung Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi dan Bersikap Bijak Bermedsos

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung Prof. Dr. KH. Moh. Bahruddin, M.Ag, mengimbau kepada seluruh umat beragama untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita dan informasi yang tidak bertanggung jawab di media sosial, terkait peristiwa yang terjadi di Bitung.

“Saya Prof. Dr. Moh. Bahruddin M.Ag, Ketua FKUB Provinsi Lampung menyikapi insiden konflik sosial antar komunitas, antar kelompok di Bitung, Sulawesi Utara tentu kita semua merasa prihatin atas kejadian tersebut. Tapi kita boleh bersyukur karena FKUB setempat, BKSAUA (Badan Kerjasama Antarumat Beragama) Sulawesi Utara dan aparat penegak hukum telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani dan menyelesaikan masalah tesebut,” kata Prof. Bahruddin di Bandarlampung, Selasa (28/11/2023).

Prof. Bahruddin mengajak seluruh umat beragama untuk tidak terprovokasi dan bijak dalam bermedsos demi tetap terjaganya kondusifitas dan keharmonisan di Provinsi Lampung.

“Kepada seluruh masyarkaat Lampung, seluruh umat beragama yang ada di Provinsi Lampung saya mengajak untuk mari sama-sama kita tetap jaga kondusifitas dan keharmonisan di Sai Bumi Ruwa Jurai Provinsi yang kita cintai ini. Jangan sampai kita terprovokasi atau terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum.”

“Mari kita tetap berpikir secara jernih, bersikap dan bertindak secara bijak dan kita jangan sampai terpedaya atau terpancing oleh provokasi-provokasi yang sering bermunculan di media sosial,” tandasnya.

Ketua FKUB Lampung mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada penegak hukum jika menjumpai gangguan keamanan.

“Mari kita berikan kesempatan kepada aparat penegak hukum apabila kita melihat, menyaksikan atau merasakan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, laporkan kepada aparat penegak hukum terdekat dan jangan sampai kita main hakim sendiri,” kata Prof. Bahruddin.

BACA JUGA :  Kemenkumham Lampung Adakan Diseminasi Layanan Apostille Tahun Anggaran 2023

Menurut Prof. Bahrudin pertikaian bukan solusi untuk menyelesaikan suatu permasalah; ‘yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu.’

“Sejarah kemanusian telah membuktikan bahwa konflik sosial antar kelompok, antar komunitas, antar warga bangsa ini tidak akan pernah ada pihak yang diuntungkan, yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu.”

“Oleh karena itu tidak ada pilihan lain bagi kita di tengah masyarakat yang plural yang majemuk dari sisi agama, suku, ras dan aliran kepercayaan kecuali kita harus hidup berdampingan secara rukun, aman, damai dan harmonis,” pungkasnya.***