KRAKATOA.ID, JAKARTA – Langkah kolektif dan kompak ditunjukkan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama para bupati se-Lampung dalam memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan di daerah. Bertempat di kantor Kementerian Kesehatan RI, Rabu (10/7), mereka melakukan audiensi strategis dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, membawa satu suara untuk rakyat Lampung.
Pertemuan penting ini tak hanya dihadiri oleh Gubernur, tetapi juga diikuti enam kepala daerah secara langsung: Bupati Lampung Selatan Radityo Egi, Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Bupati Tanggamus Saleh Asnawi, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, dan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan turut mendampingi dalam forum tersebut, yang juga dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan jajaran tinggi Kementerian Kesehatan.
Solidaritas kepala daerah ini menjadi penanda keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam merespons persoalan mendesak di bidang kesehatan.
“Kami hadir bersama-sama, menunjukkan bahwa isu kesehatan bukan hanya tugas satu pihak, tapi tanggung jawab bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” kata Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Dalam pertemuan itu, para pimpinan daerah menyuarakan kondisi riil di lapangan—terkait minimnya tenaga medis, kurangnya dokter spesialis, serta infrastruktur kesehatan yang belum merata. Keprihatinan itu disampaikan langsung kepada Menkes untuk segera direspon dalam skema kebijakan nasional.
Respons positif datang dari pemerintah pusat. Sekdaprov Marindo Kurniawan mengungkapkan, Menteri Kesehatan menyatakan komitmennya melalui penyusunan tiga Instruksi Presiden (Inpres) yang akan fokus memperkuat sistem kesehatan di daerah.
“Ini buah dari kekompakan para kepala daerah. Ketika kita datang dengan data, fakta, dan semangat kolaboratif, pusat pun merespons dengan langkah nyata,” ujar Marindo.
Tiga Inpres yang tengah disiapkan mencakup:
1. Inpres Pemenuhan SDM Kesehatan – untuk menambah jumlah dokter, dokter gigi, dan dokter spesialis, khususnya dari putra-putri daerah.
2. Inpres Renovasi Fasilitas Kesehatan – untuk memperbaiki dan membangun rumah sakit, puskesmas, dan pustu di daerah yang belum memiliki infrastruktur memadai.
3. Inpres Pengadaan Peralatan Kesehatan – fokus pada penanganan penyakit berat seperti kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU).
Dengan langkah tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal optimistis bahwa perjuangan kolektif ini akan menghasilkan perubahan signifikan bagi rakyat Lampung.
“Kesehatan adalah hak dasar. Dan kami hadir bersama-sama, dari gubernur sampai bupati, untuk memastikan suara masyarakat Lampung terdengar hingga pusat,” tegasnya.***






