Senyum SDN 03 Gunung Katun, Hadiah dari PIISEI untuk Masa Depan

KRAKATOA.ID, WAY KANAN — Di balik rindangnya pepohonan dan semilir angin dari perbukitan Way Kanan, ada secercah harapan yang pagi ini merekah di halaman SDN 03 Gunung Katun. Tak ada dentang lonceng atau iring-iringan megah, hanya tawa anak-anak dan senyum ibu guru yang menyambut dengan penuh hangat. Namun, Rabu (13/8) siang itu, menjadi hari yang akan diingat lama oleh mereka—sebagai hari ketika cinta datang tak dengan kata, tapi dengan tindakan nyata.

Persatuan Isteri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PIISEI) Pusat bersama Bank Mandiri menapakkan langkahnya di desa yang tenang ini. Bukan sekadar kunjungan, tapi sebuah persembahan tulus untuk anak-anak yang belajar dalam keterbatasan, guru-guru yang setia mengabdi, dan ruang-ruang kelas yang mulai letih oleh usia.

Dalam suasana hangat yang menyelimuti halaman sekolah, Arma Anggito Abimanyu berdiri mewakili Ketua Umum PIISEI Pusat, Wulandari P. Perry Warjiyo. Suaranya tenang, namun mengalirkan semangat.

“Kepada Bapak Kepala Sekolah, mohon diterima dengan baik sumbangan kami: peralatan sekolah, Alquran untuk seluruh murid, seragam batik bagi para guru, serta buku-buku dari PIISEI Cabang Lampung untuk memperkaya perpustakaan sekolah ini. Mudah-mudahan bisa menjadi pemantik semangat belajar anak-anak kita,” ucapnya.

Tak hanya itu, secara simbolis telah diserahkan pula bantuan renovasi lima ruang kelas—pengecatan dinding, perbaikan plafon, dan penambalan luka-luka kecil bangunan yang dulu dibangun dengan penuh harap.

Di sampingnya, Prof. Dr. Marselina, S.E., M.P.M., P.I.A., Ketua PIISEI Cabang Lampung, menyampaikan harapan yang bersahaja namun dalam maknanya.

Secara simbolis telah diserahkan pula bantuan renovasi lima ruang kelas—pengecatan dinding, perbaikan plafon, dan penambalan luka-luka kecil bangunan yang dulu dibangun dengan penuh harap.

“Kami datang dengan membawa kasih untuk 65 anak di sini. Hadiah kecil berupa buku, peralatan salat, alat kesehatan, dan tas sekolah—semoga mampu menemani langkah kecil mereka menuju masa depan yang lebih terang,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA :  Konservasi Kawasan Tangkapan Air untuk Lestarikan Air Tanah di Indonesia

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Yayasan Relawan Kampung Indonesia yang telah menelusuri dan memilih SDN 03 Gunung Katun sebagai penerima manfaat—tempat di mana cinta untuk pendidikan bisa tumbuh dan berkembang.

Hari itu, seorang gadis kecil bernama Nurhafizah—murid kelas 6—berlari kecil menghampiri ibu gurunya, sembari menenteng kerudung dan mukena baru.

“Hari ini dapat kerudung, mukena, sama kaus kaki. Perasaannya senang. Terima kasih Bu bantuannya,” katanya malu-malu, namun matanya memancarkan binar bahagia yang tak bisa disembunyikan.

Di sisi lain, Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., memberikan apresiasi tulus. Dengan suara penuh bangga ia berkata,

“Terus dilanjutkan program seperti ini. Bantuan yang diberikan sangat banyak dan tepat sasaran. Semoga semua yang terlibat mendapatkan keberkahan.”

Kepala SDN 03 Gunung Katun Suhanda dan Kepala Kampung Gunung Katun Juwai Ferawati mengucapkan terima kasih dengan cara yang hanya bisa lahir dari ketulusan hati.

“Kami tidak punya balasan apa-apa, hanya doa agar Allah membalas segala kebaikan ini,” ujar Juwai dengan suara bergetar.

Senada dengan itu, Camat Baradatu, Pawit Abimaba, menyampaikan kebanggaannya atas semangat kolaborasi lintas lembaga dan komunitas.

Bakti sosial ini mungkin tak mengubah dunia dalam semalam. Tapi bagi anak-anak Gunung Katun, hari ini adalah bukti bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa ada tangan-tangan jauh di luar sana, yang peduli akan masa depan mereka. Bahwa meski sekolah mereka tak bertingkat, semangat mereka bisa menjulang setinggi langit.

Karena sesungguhnya, pendidikan bukanlah tentang gedung yang megah, tapi tentang hati-hati yang rela berbagi—dan hari itu, di bawah langit Way Kanan, cinta telah dituliskan dengan sangat indah.***

BACA JUGA :  Kolaborasi Pertama antara Singapore Tourism Board dan Pakuwon Group untuk Meningkatkan Pengalaman Ritel bagi Wisatawan Indonesia