Laguna Gayau, Pantai Sunyi Favorit Pencinta Alam

KRAKATOA.ID, TANGGAMUS — Langkah kaki harus sedikit bersabar untuk sampai ke Laguna Gayau. Pantai yang berada di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung ini tidak bisa langsung dicapai dengan kendaraan. Wisatawan harus berjalan kaki menapaki jalur trekking ringan selama sekitar 20 hingga 30 menit, melewati medan yang menanjak dan menurun.

Jalur setapak menuju pantai terbilang menantang namun bersahabat. Lumut yang tumbuh di beberapa bagian membuat permukaan tanah terasa licin, sehingga alas kaki menjadi hal penting. Sepatu gunung atau sandal gunung menjadi pilihan paling aman agar perjalanan tetap nyaman.

Sesampainya di lokasi, lelah perjalanan seakan terbayar. Laguna Gayau menyuguhkan perpaduan laut biru, batuan karang, dan panorama pegunungan yang membentang luas. Dari sudut tertentu, Gunung Krakatau pun tampak samar di kejauhan, menambah daya tarik pantai yang ditemukan sekitar tahun 2013 ini.

Tak hanya menawarkan pemandangan, Laguna Gayau juga menjadi tempat favorit bagi para pemancing. Medi, warga Pekon Kiluan Negeri yang kerap beraktivitas di kawasan pantai, menyebut beberapa jenis ikan yang bisa ditemukan di sini.

“Untuk spot-spot mancing juga bisa. Kadang-kadang dapat simba, kerapu, ada juga di sini. Cuman ya harus hati-hati karena lokasinya kayak gini, takut terpleset,” ujar Medi saat Krakatoa.id ditemui di lokasi, Jumat (2/1/2026).

Soal biaya, wisata ini tergolong ramah di kantong. Tiket masuk dipatok Rp6 ribu per orang. Sementara bagi wisatawan yang ingin menggunakan jasa pemandu lokal atau “gaet”, tarifnya kini Rp75 ribu, naik dari sebelumnya Rp50 ribu.

Bagi pencinta alam yang ingin bermalam, mendirikan tenda sebenarnya diperbolehkan. Namun tetap bergantung pada kondisi cuaca dan lokasi pendirian tenda. Area pesisir tidak disarankan karena ombak bisa sewaktu-waktu mencapai daratan.

BACA JUGA :  Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Way Umbar Tanggamus Capai 45 Persen

“Kalau pasang tenda ya bisa aja, tapi kita lihat kondisi cuaca. Kalau di pesisir ini enggak bisa, karena ombak kadang sampai ke sini,” jelas Medi sambil menunjuk bebatuan yang kerap basah saat air laut pasang.

Medi, warga Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.

Nama Laguna Gayau sendiri memiliki cerita tersendiri. Medi menuturkan, penamaan laguna ini bermula dari seorang nelayan bernama Saiman yang gemar memancing dan menyelam, bersama rekannya. Dari merekalah ide penamaan Laguna Gayau muncul, meski kisah detailnya kini menjadi cerita turun-temurun warga setempat.

Berbeda dengan pantai pada umumnya, Laguna Gayau tidak hanya dinikmati sebagai latar foto. Wisatawan bisa berenang, memancing, hingga sekadar bermain air di laguna yang tenang.

“Jadi bukan cuma lihat view atau foto-foto doang. Di sini bisa mandi, bisa mancing. Makanya disebut Laguna Gayau,” katanya.

Keramaian biasanya terjadi pada momen tertentu. Libur Tahun Baru, Idulfitri, Iduladha, dan terutama hari Minggu menjadi waktu favorit wisatawan berkunjung. Dalam sehari, jumlah pengunjung bisa mencapai 200 hingga 300 orang.

“Wisatawan paling jauh pernah dari Korea, dari Taiwan juga pernah dua kali. Tapi yang paling banyak ya dari Bandar Lampung,” ungkap Medi.

Di akhir ceritanya, Medi menyampaikan harapan sederhana. Ia ingin Laguna Gayau semakin dikenal tanpa kehilangan keasriannya.

“Mari untuk wisatawan dari Bandar Lampung, Jakarta, Palembang, atau dari mana pun, yang hobi spot alam, di sinilah tempatnya. Bisa berfoto, berenang, pemandangannya banyak dan indah. Semoga wisatawan betah dan mau berkunjung ke sini,” tutupnya.***