Produksi Padi Lampung Naik, Petani Nikmati Dampak Swasembada Pangan Nasional

KRAKATOA.ID, PESAWARAN -— Provinsi Lampung mencatat prestasi penting bagi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari halaman Balai Desa Kutoarjo, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026). Kegiatan nasional ini dipusatkan di Karawang, Jawa Barat, dan diikuti pemerintah daerah se-Indonesia.

Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia kembali mencapai swasembada pangan, khususnya beras, dalam waktu satu tahun pemerintahan, lebih cepat dari target empat tahun yang sebelumnya dicanangkan.

“Dalam satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.

Lampung ikut berkontribusi dalam pencapaian ini. Produksi padi provinsi ini pada 2025 meningkat hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi lebih dari 3,2 juta ton, dengan produksi beras mencapai 1,84 juta ton, naik 14,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi ini berdampak langsung pada ekonomi petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung tercatat 129,33 pada November 2025, menandakan meningkatnya daya beli petani dan potensi kesejahteraan yang lebih baik. Harga beras juga stabil sesuai harga eceran tertinggi, sehingga petani mendapatkan keuntungan optimal dari hasil panen mereka.

Gubernur Mirza menjelaskan, peningkatan produksi akan didorong melalui optimalisasi indeks pertanaman serta penerapan pupuk organik cair, yang diperkirakan menambah produksi hingga 10 persen. “Tahun 2026 kami menargetkan produksi naik lagi 15–20 persen,” ujarnya.

Selain itu, Lampung menjalin kerja sama strategis antarprovinsi. Provinsi ini memasok gula ke Jawa Tengah, sementara kebutuhan cabai dan bawang Lampung dipenuhi oleh Jawa Tengah. Langkah ini tidak hanya menstabilkan harga dan pasokan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal.

BACA JUGA :  Economic Fun Run 2025, Meriahkan Dies Natalis ke-60 FEB Unila

Gubernur juga menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian. Seluruh bupati diminta menginventarisasi dan mendaftarkan Lahan Baku Sawah (LBS) guna mencegah alih fungsi lahan pertanian menjadi non-produktif.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyebut 2025 sebagai tahun bersejarah bagi pertanian Lampung. Sektor ini tumbuh 7,74 persen pada triwulan III 2025 dan berkontribusi 28,38 persen terhadap PDRB Provinsi Lampung, menegaskan peran strategis Lampung sebagai lumbung pangan nasional.

Dengan pencapaian ini, Lampung tidak hanya mendukung agenda swasembada pangan nasional, tetapi juga mendorong pemberdayaan petani dan stabilitas ekonomi daerah, menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat lokal.***