Gedung Air Kumpulkan Rp1,3 Miliar untuk Lahan Makam

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Gotong royong warga Kelurahan Gedung Air, Kota Bandar Lampung, menghasilkan capaian besar. Masyarakat menghimpun dana swadaya Rp1,3 miliar untuk membebaskan lahan pemakaman umum.

Prestasi tersebut mengantarkan Gedung Air meraih Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung 2026. Sementara itu, Desa Karang Pucung, Kabupaten Lampung Selatan, meraih Juara I Lomba Desa melalui pengembangan ekonomi berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti kedua capaian tersebut dalam Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Desaku Maju. Kegiatan itu berlangsung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (23/10/2026).

Gotong Royong Warga Gedung Air Hasilkan Rp1,3 Miliar

Kelurahan Gedung Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, menunjukkan kekuatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Warganya mengumpulkan Rp1,3 miliar untuk membebaskan lahan pemakaman umum.

Capaian tersebut menunjukkan kepedulian warga terhadap kebutuhan fasilitas publik. Selain itu, keberhasilan ini memperlihatkan peran penting kerja sama antara pemimpin wilayah dan masyarakat.

Karena itu, pengalaman Gedung Air dapat menginspirasi kelurahan lain di Bandar Lampung. Para lurah dapat memperkuat komunikasi dan kepercayaan warga untuk mengembangkan pembangunan berbasis gotong royong.

Karang Pucung Kembangkan BUMDes, Gubernur Janjikan Mesin Pangan

Di sisi lain, Desa Karang Pucung di Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, mengembangkan ekonomi melalui usaha desa. BUMDes Karang Pucung memasok komoditas pangan lokal secara mandiri.

Upaya tersebut mengantarkan Karang Pucung meraih Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung 2026. Prestasi ini juga mendorong pemerintah provinsi untuk memperkuat kegiatan usaha desa.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjanjikan bantuan tiga jenis peralatan bagi BUMDes Karang Pucung pada 2026. Bantuan tersebut meliputi:

  • Mesin pengering (dryer).
  • Mesin pembuat pakan ternak.
  • Mesin penggilingan padi (rice milling unit).
BACA JUGA :  Gubernur Lampung Kawal Nasib Petani Singkong, Temui Menteri Pertanian di Jakarta

Melalui peralatan tersebut, BUMDes dapat mengembangkan pengolahan hasil pertanian. Selain meningkatkan nilai tambah produk, langkah ini membuka peluang usaha yang lebih luas bagi warga.

Dengan demikian, penguatan BUMDes tidak hanya mendukung produksi pangan lokal. Upaya ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi desa.

Gubernur Lampung Tekankan Peran Kepemimpinan

Dalam rapat tersebut, Mirzani menegaskan bahwa kemajuan desa tidak hanya bergantung pada sumber daya alam dan infrastruktur. Menurutnya, kualitas kepemimpinan turut menentukan keberhasilan pembangunan.

Provinsi Lampung memiliki 2.449 desa dan 205 kelurahan. Oleh sebab itu, kepala desa dan lurah perlu memahami kebutuhan warga serta mengembangkan potensi wilayah masing-masing.

“Infrastruktur dan potensi desa bisa relatif sama, tetapi yang membedakan desa itu maju atau tidak adalah kualitas kepemimpinannya. Pemimpin yang memiliki jiwa melayani, inovasi, dan cinta rakyatnya akan membawa dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari,” ujar Mirzani.

Selain menekankan kepemimpinan, gubernur mengapresiasi para pemenang Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung 2026. Para pemenang tersebut berhasil melaju ke penilaian tingkat nasional.

Program Desaku Maju Dorong Kemandirian Masyarakat

Keberhasilan Gedung Air dan Karang Pucung menunjukkan dua pendekatan pembangunan yang saling melengkapi. Gedung Air mengandalkan gotong royong untuk memenuhi kebutuhan fasilitas umum. Sebaliknya, Karang Pucung mengembangkan usaha produktif untuk memperkuat ekonomi lokal.

Kedua wilayah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lain di Lampung. Para pemimpin wilayah perlu menyesuaikan program pembangunan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat.

Melalui Program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, program ini menekankan pentingnya peran pemimpin dalam menggerakkan potensi wilayah.

BACA JUGA :  Pemprov Lampung Tertibkan Aset Kendaraan Dinas, Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel

Pada akhirnya, kemajuan daerah membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan fisik. Kepemimpinan yang responsif, inovasi usaha, dan semangat gotong royong dapat membantu masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara nyata.