Gunung Tanggang: Pesona Alam yang Tak Terjamah di Perbatasan Pesawaran dan Tanggamus

KRAKATOA.ID, TANGGAMUS — Tersembunyi di perbatasan antara Kabupaten Pesawaran dan Tanggamus, Gunung Tanggang menawarkan pesona yang luar biasa, meskipun belum banyak dikenal di kalangan para pendaki. Jalur pendakian gunung ini dimulai dari Dusun Pematang Kuyung Atas, Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, yang terletak di kaki gunung.

Menurut Sentot, salah satu tokoh pemuda di Dusun Pematang Kuyung Atas, waktu tempuh menuju puncak gunung ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar dua jam bagi warga setempat.

“Waktu tempuh normal kalau kami orang sini dua jam untuk sampai atas,” ujarnya kepada Krakatoa.id, saat ditemui di puncak Gunung Tanggang pada Rabu, 1 Januari 2025.

Meskipun sering kali terlupakan, Gunung Tanggang yang memiliki ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (mdp) ini menyimpan pesona alam yang luar biasa.

Menurut Sentot, gunung ini memiliki tujuh titik puncak yang menawarkan berbagai pemandangan menakjubkan. Salah satunya adalah panorama kabut yang menyelimuti pegunungan, dengan latar belakang laut yang luas serta pulau-pulau kecil yang terlihat di kejauhan.

Bagi banyak pendaki, gunung ini mungkin terasa kurang populer karena ketinggiannya yang relatif rendah, namun jangan salah, Gunung Tanggang menyimpan tantangan yang cukup menantang. Trek pendakian yang curam dan penuh rintangan membuat perjalanan menuju puncak tidak bisa dianggap remeh.

Sentot mengingatkan para pendaki untuk mempersiapkan fisik dengan baik sebelum menjajal jalur pendakian yang cukup menantang ini.

Selain itu lanjut Sentot salah satu tantangan yang paling sering dihadapi oleh para pendaki adalah banyaknya pacet yang dapat ditemukan di sepanjang perjalanan.

“Pecet di gunung ini super banyak, jadi baiknya pendaki menyiapkan diri dengan peralatan atau pakaian penghalau pacet,” pesan Sentot.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Tekankan Peran Strategis ASN dan Penguatan Ekonomi Desa dalam Apel Mingguan

Di puncak utama Gunung Tanggang, terdapat ruang yang terbatas, hanya cukup untuk mendirikan dua tenda saja. Namun, pendaki yang ingin bermalam di gunung ini bisa memilih puncak kedua yang berada sedikit lebih rendah, karena area di sana lebih luas dan memungkinkan beberapa tenda didirikan.

Menariknya, di antara puncak pertama dan kedua terdapat sebuah gua yang bisa digunakan oleh pendaki untuk berlindung, terutama saat hujan atau badai datang. Gua ini menjadi tempat persembunyian yang aman dan nyaman bagi mereka yang ingin beristirahat sejenak.

Keindahan alam Gunung Tanggang tidak hanya terletak pada pemandangan yang menakjubkan, tetapi juga pada kebersihan alamnya. Sentot mencatat bahwa sepanjang jalur pendakian hingga puncak, hampir tidak ditemukan sampah. “Gunung ini bisa dikatakan mendapat predikat gunung paling bersih di Lampung,” tambahnya.

Bagi mereka yang mencari tempat pendakian yang masih alami dan belum banyak dijamah oleh keramaian, Gunung Tanggang adalah pilihan yang tepat. Selain menawarkan pemandangan spektakuler, gunung ini juga memberikan pengalaman pendakian yang memuaskan, dengan tantangan yang tak mudah dilupakan. Namun, seperti halnya pendakian gunung lainnya, persiapan fisik dan perlengkapan yang memadai tetap menjadi kunci kesuksesan menjelajahi keindahan tersembunyi di Lampung ini.***