Dokter RSUD Abdul Moeloek yang Diduga Lakukan Pungli terhadap Pasien BPJS Akhirnya Buka Suara

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG -– Dokter Spesialis Bedah Anak RSUD Abdul Moeloek, dr. Billy Rosan, akhirnya angkat bicara terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pasien BPJS yang sempat menghebohkan publik. Dalam konferensi pers yang digelar di Aula RSUD Abdul Moeloek, Jumat (22/8), dr. Billy menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf atas polemik yang terjadi.

Kasus ini mencuat setelah seorang pasien BPJS mengaku diminta membayar Rp 8 juta oleh dr. Billy sebagai syarat untuk operasi sang anak yang masih berusia dua bulan. Dana tersebut diklaim sebagai biaya pembelian alat operasi untuk penanganan penyakit Hispro, sebuah kelainan yang membutuhkan tindakan bedah segera.

Dalam klarifikasinya, dr. Billy membantah tudingan telah memaksa keluarga pasien melakukan pembayaran ke rekening pribadinya. Ia menyebut uang tersebut hanyalah sebuah “opsi” yang ditawarkan kepada pihak keluarga, bukan kewajiban.

“Saya memberikan opsi pada keluarga pasien. Opsi itu ya serahkan ke keluarga. Yang kejadian kemarin itu juga opsi. Jadi ya saya tidak bisa menahan opsi, keluarga yang memutuskan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada semua pihak yang merasa dirugikan atas kejadian ini.

“Ya, tidak mungkin hilaf dari kesalahan. Yang berkaitan dengan keluarga, saya sudah mohon maaf sejak awal. Tapi dalam konferensi pers ini, saya juga mohon maaf secara keseluruhan. Karena memang mungkin ada satu atau beberapa kesalahan dari saya,” tutur Billy.

Terkait transfer dana ke rekening pribadinya, Billy kembali menekankan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari “opsi” yang ia tawarkan, dan keputusan sepenuhnya berada di tangan keluarga pasien.

“Silakan tanyakan pada keluarga, opsinya kok bisa begitu. Termasuk transfer uang ke rekening dokter dari keluarga pasien, itu juga opsi,” pungkasnya.***

BACA JUGA :  Adakan Sarapan Gratis, FISIP Unila Tingkatkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi UAS