Anak Sekolah Terancam Nyawa, Gubernur Lampung Gerak Cepat Perbaiki Jembatan Gantung Rusak di Tanggamus

KRAKATOA.ID, TANGGAMUS -– Akses pendidikan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Tanggamus setelah kondisi Jembatan Gantung Tampang Muda, yang menjadi satu-satunya jalur utama pelajar menuju sekolah, nyaris roboh dan membahayakan jiwa. Menyadari urgensi ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal langsung turun tangan memimpin inisiatif perbaikan jembatan secara gotong royong.

Jembatan yang berlokasi di Kecamatan Pematang Sawa itu menjadi satu-satunya penghubung antara dusun dan pusat kegiatan pendidikan di wilayah tersebut. Sayangnya, kondisi fisiknya yang lapuk, berlubang, dan menggantung tak stabil, telah lama menjadi ancaman serius, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar yang harus melintasinya setiap hari.

“Akses pendidikan adalah hak dasar anak-anak kita. Kalau jembatannya saja membahayakan, bagaimana mereka bisa belajar dengan tenang? Ini harus segera ditangani,” ujar Gubernur yang akrab disapa Mirza, Selasa (10/9/2025).

Sikap cepat Gubernur Mirza muncul setelah viralnya video di media sosial yang menunjukkan pelajar melintasi jembatan dengan risiko tinggi, bahkan beberapa warga menyebut sudah ada korban jatuh meski tidak fatal. Kejadian ini memicu keresahan publik dan menjadi tekanan moral bagi pemerintah daerah untuk bertindak.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Lampung menggandeng Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung, organisasi yang sudah berpengalaman dalam program nasional “1000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia”. Tim teknis VRI langsung melakukan survei dan mulai pengerjaan di lokasi.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, ini soal nyawa anak-anak. Kami tidak bisa menunda,” kata Muhammad Kariskun, Koordinator VRI Regional Lampung. Ia memastikan timnya akan bekerja dengan standar keselamatan tertinggi, dan menargetkan jembatan rampung sebelum akhir September 2025.

Tak hanya pemerintah dan VRI, semangat gotong royong yang digalang Gubernur Mirza juga berhasil menggugah banyak pihak. Mahasiswa, pelajar, masyarakat desa, organisasi pencinta alam, hingga Pemkab Tanggamus ikut serta dalam proses perbaikan.

BACA JUGA :  Pemprov Lampung Dukung Penuh KKN Tematik Perlindungan Anak UIN Raden Intan Tahun 2025

Selain menjadi urat nadi ekonomi warga, Jembatan Gantung Tampang Muda adalah akses penting menuju sekolah, pasar, dan layanan kesehatan. Dengan rusaknya jembatan, aktivitas pendidikan warga desa sempat terhambat dan mengancam keselamatan generasi muda.

Melalui sinergi lintas sektor dan respons cepat dari pimpinan daerah, Lampung menunjukkan contoh nyata bagaimana akses pendidikan dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Dalam peristiwa ini, semangat gotong royong bukan hanya slogan, tapi benar-benar menjadi solusi dalam krisis.

“Kalau negara hadir untuk pendidikan, maka negara juga harus hadir saat jalur menuju pendidikan itu terancam,” tutup Gubernur Mirza di hadapan warga dan relawan.***