Gubernur Lampung Minta Bupati dan Wali Kota Perketat Pengawasan Dapur MBG

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengimbau seluruh Bupati dan Wali Kota di Provinsi Lampung untuk mengintensifkan pengawasan terhadap dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil guna memastikan seluruh dapur MBG mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat demi menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

“Saya mengajak kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di Lampung agar terus mengintensifkan pengawasan dapur MBG agar patuh pada prosedur standar operasional di wilayahnya masing-masing,” tegas Gubernur Mirza dalam keterangannya, Jumat (3/10/2025).

Gubernur menekankan bahwa kepatuhan terhadap SOP di seluruh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) sangat penting untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) yang dapat membahayakan kesehatan penerima manfaat, terutama anak-anak.

Selama tujuh bulan pertama program berjalan, lanjut Mirza, tidak tercatat adanya KLB meski jutaan porsi makanan bergizi telah disalurkan. Namun, pada periode Agustus hingga September 2025, ditemukan tujuh KLB yang sebagian besar terjadi di dapur-dapur baru yang belum sepenuhnya menjalankan SOP dengan baik.

“Ini menjadi pelajaran penting. Selama protokol dijalankan dengan tepat, program ini aman. Kejadian ini terjadi karena ada prosedur yang dilanggar atau tidak dilakukan dengan sempurna,” tegasnya.

Menurut Gubernur, masalah bukan pada sistem, melainkan pada kedisiplinan pelaksana di lapangan. Oleh karena itu, pengawasan akan diperkuat melalui kerja sama lintas instansi dan tingkatan pemerintahan, mulai dari provinsi hingga desa.

Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa aktif memantau pelaksanaan SOP dapur MBG untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan program ini.

“Dengan pengawasan yang ketat dan kedisiplinan menjalankan SOP, pelayanan gizi akan tetap aman. Jika ditambah dengan penerapan circular economy dalam pengelolaan limbah dapur, program ini akan menjadi lebih berkelanjutan dan memberi dampak positif yang lebih luas,” ujarnya.

BACA JUGA :  RSJ Lampung Jadi Role Model Reformasi Birokrasi di Sektor Kesehatan Mental

Langkah ini mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjaga keamanan pangan, meningkatkan kualitas pelayanan gizi, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui program MBG yang berbasis inklusi dan keberlanjutan. ***