KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Tak banyak yang tahu bahwa di balik kesuksesan film-film box office Indonesia belakangan ini, berdiri sosok Agung Saputra, seorang putra asli Lampung yang kini dikenal sebagai produser dan pendiri rumah produksi Leo Pictures.
Lahir di Lampung pada 6 Agustus 1982, Agung Saputra memulai perjalanannya di dunia perfilman tanpa latar belakang keluarga di industri ini, bahkan tanpa dukungan materi dari orang tua. Namun, kegigihan dan mimpinya membawa ia menembus kerasnya persaingan di ibu kota.
“Saya tuh anak kampung yang pingin berkarier di Jakarta, hanya dengan bermodalkan mimpi, tanpa ada dukungan orang tua, tanpa ada fasilitas dari orang tua,” ujar Agung saat berbincang dengan Krakatoa.id di Golden Bistro, Bandar Lampung, Sabtu (27/9/2025).
“Selama kita mampu, kita mau, dan kita fokus, insyaallah dibukakan jalannya,” tambahnya.
Agung merantau ke Jakarta pada tahun 2022, membawa semangat dan tekad besar untuk membangun karier di dunia hiburan. Meski memulai dari nol, ia tidak pernah kehilangan arah.
“Suka dukanya karena saya berawal dari 0, tanpa bantuan siapa-siapa. Hanya dengan teman-teman yang saya punya, mereka terus mensupport saya, dan keluarga saya juga support hingga sekarang,” katanya.
Kini, Agung telah memproduksi delapan film melalui Leo Pictures. Beberapa di antaranya berhasil meraih jutaan penonton. Film “Jalan Pulang” yang dirilis pada Juni 2025, dibintangi Luna Maya, Taskya Namya, dan Shareefa Daanish, berhasil mencatat 2,8 juta penonton. Tahun sebelumnya, film “Bila Esok Ibu Tiada” bahkan menembus angka 3,9 juta penonton.
“Saya kuliahnya di bisnis, tapi sebelum itu saya kerja dulu, cari peruntungan, baru kuliah. Intinya sih, saya cuma ingin berkarya dan berkarier di Jakarta,” ujar Agung.
Perjalanan Agung sebagai produser berawal dari dunia manajemen artis. Ia sudah 19 tahun mengelola manajemen artis, sebelum akhirnya terjun lebih dalam ke dunia produksi film.
“Saya orangnya tidak berhenti berpikir. Yang penting cari uang halal, apapun saya lakukan. Yang penting tidak menipu orang, tidak membohongi orang, fokus dengan apa yang kita kerjakan, dan selalu menjaga jaringan di luar sana,” tuturnya.
Kecintaannya pada kampung halaman juga tercermin dari salah satu karyanya, film Trinity, The Nekad Traveler yang dirilis pada 2015. Film ini diangkat dari novel The Naked Traveler dan mengambil lokasi syuting di berbagai tempat termasuk Lampung.
“Kita syuting di Gigi Hiu, Way Kambas, Mutun, dan beberapa daerah pariwisata lainnya. Itu karena kecintaan saya terhadap Lampung. Temanya waktu itu ‘Ke mana pun kaki melangkah, rumahku Indonesia’,” kenang Agung.
Kini, Agung Saputra terus berupaya membawa warna baru di industri film nasional, sekaligus membuktikan bahwa mimpi besar dari kampung kecil pun bisa mengubah takdir, asalkan dibarengi kerja keras dan ketulusan.***






