Alumnus Unila Dorong UMKM Naik Kelas melalui Pelatihan AI

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Kepedulian terhadap kesenjangan edukasi digital mendorong Hermansyah Romadhona, alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) Program Studi Matematika angkatan 2010, untuk aktif memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI).

Hermansyah merupakan pendiri Ngontenpakeai.id, platform edukasi yang menghadirkan pelatihan AI praktis untuk UMKM dan kreator digital. Program ini membantu peserta membuat konten promosi, mengelola pemasaran digital, serta meningkatkan efisiensi operasional usaha sehari-hari.

“Tujuan kami sederhana: transformasi digital yang praktis dan terjangkau, sehingga UMKM bisa naik kelas tanpa perlu modal besar. Jika UMKM melek AI, dampaknya akan terasa tidak hanya pada bisnis mereka, tetapi juga pada ekonomi lokal dan daya saing bangsa,” ujar Hermansyah.

Perjalanan Hermansyah membangun Ngontenpakeai.id berawal dari pengamatannya terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital dan AI. Banyak UMKM memiliki produk yang baik, namun belum mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pemasaran dan daya saing. Ia kemudian belajar AI secara mandiri melalui berbagai kelas dan webinar, dan mulai membagikan konten edukatif di media sosial Instagram. Respons positif masyarakat mendorong Hermansyah mengembangkan pelatihan AI yang lebih terstruktur.

Dalam enam bulan terakhir, Ngontenpakeai.id telah mendampingi lebih dari 2.500 pelaku UMKM dan kreator digital dari seluruh Indonesia. Platform ini juga menjangkau audiens lebih luas melalui akun Instagram @ngontenpakeai.id
yang kini memiliki lebih dari 44 ribu pengikut.

Pelatihan dilakukan secara daring maupun luring, termasuk kelas berbasis WhatsApp, webinar nasional, dan kelas tatap muka di Lampung. Materi yang diajarkan menekankan praktik langsung sesuai kebutuhan UMKM, seperti pembuatan konten promosi, desain visual, dan pengelolaan usaha. Kelas daring berbasis WhatsApp untuk pembuatan video promosi dan foto produk berbasis AI telah berjalan tujuh angkatan, sementara kelas luring di Lampung telah digelar 11 angkatan.

BACA JUGA :  Lestarikan Budaya Lampung, Tim KKN Unila Buat Buku Balin Adok Kampung Negara Batin

Dampak pelatihan terlihat nyata: pelaku UMKM kini mampu menghasilkan konten digital sendiri dan mempercepat proses promosi yang sebelumnya memakan waktu lama. Konsistensi Hermansyah dalam mendampingi UMKM membuatnya dipercaya menjadi narasumber di berbagai forum, termasuk program talkshow RRI, TVRI, kegiatan kampus, sekolah, asosiasi UMKM, hingga webinar nasional.

Dedikasi Hermansyah juga mendapat apresiasi internasional. Ia meraih Inspiring Visionary Profesional Winner 2025 dalam ajang The Great Champions of Asia Award 2025, penghargaan atas kontribusinya menghadirkan pelatihan AI yang berdampak dan inklusif bagi masyarakat.

Ke depan, Hermansyah berharap pelatihan AI bagi UMKM dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha, dengan kolaborasi edukator, komunitas, dan pemerintah untuk memperluas literasi AI secara merata.***