40 Persen Pemudik Belum Kembali, ASDP Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Arus Balik

KRAKATOA.ID, BAKAUHENI – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan Sumatera–Jawa masih menyisakan potensi lonjakan besar. Hingga Jumat (27/3/2026) siang, sekitar 40 persen pemudik tercatat belum kembali ke Pulau Jawa, menandakan puncak pergerakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Data Posko di Pelabuhan Bakauheni menunjukkan, sejak 22 Maret hingga 27 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang yang telah kembali ke Jawa mencapai 543.440 orang, atau baru sekitar 60 persen dari total pemudik saat arus mudik.

Hal serupa terlihat pada kendaraan. Dari total 239.920 unit saat mudik, baru 144.039 unit atau sekitar 60 persen yang telah kembali. Artinya, gelombang arus balik masih akan terus bergerak dalam waktu dekat.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyebut pola arus balik tahun ini cenderung lebih tersebar, sehingga membantu menjaga kelancaran operasional.

“Distribusi arus yang lebih merata menjadi kunci. Ditambah kesiapan armada dan kesadaran masyarakat menghindari puncak, ini sangat membantu kelancaran layanan,” ujarnya.

Meski demikian, ASDP tidak lengah. Berbagai strategi telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan sisa pemudik, mulai dari penyesuaian pola operasi kapal, pengalihan arus kendaraan secara situasional, hingga penerapan delaying system di sejumlah titik buffer zone.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengungkapkan bahwa kebijakan stimulus tarif juga berperan besar dalam mengurai kepadatan.

Program tarif tunggal di Bakauheni yang berlaku hingga 29 Maret, serta diskon tiket sejak 12 Maret, terbukti efektif menarik minat masyarakat untuk melakukan perjalanan di luar puncak arus balik.

“Hingga 26 Maret malam, realisasi stimulus mencapai Rp24,2 miliar atau 68,08 persen dari target. Bahkan, tingkat pengguna yang sudah boarding mencapai hampir 94 persen,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kapasitas Pelabuhan Bakauheni Memadai, Menhub : Jika Terjadi Lonjakan Kendaraan Bisa Tertangani dengan Baik

Secara keseluruhan, pergerakan penumpang dari Sumatera ke Jawa sejak H-10 hingga H+5 mencapai 977.990 orang, meningkat 5,7 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan juga naik 9,1 persen menjadi 234.430 unit.

Di sisi lain, arus dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak juga mengalami kenaikan. Tercatat 1.175.918 penumpang menyeberang atau naik 2,9 persen, dengan total kendaraan mencapai 300.717 unit, tumbuh 6,5 persen.

Dengan masih tersisanya puluhan persen pemudik, periode arus balik diprediksi belum usai. Namun, dengan strategi operasional yang adaptif dan dukungan kebijakan stimulus, ASDP optimistis pergerakan akan tetap terkendali hingga akhir masa Lebaran.***