Donor Darah Serentak di Lima Paroki, Keuskupan Tanjungkarang Gerakkan Aksi Kemanusiaan

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Keuskupan Tanjungkarang menggerakkan aksi kemanusiaan melalui program donor darah serentak di lima titik paroki. Program ini mengajak umat dan masyarakat lintas agama untuk berbagi kehidupan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan darah di Lampung.

Keuskupan meluncurkan gerakan tersebut di Asilo Hermelink, Gedungmeneng, Bandar Lampung, Sabtu (17/10/2026). Selanjutnya, gerakan ini mendorong paroki-paroki untuk menggelar donor darah di wilayah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Perayaan Puncak Arah Dasar Pastoral (Ardas) IX tahun 2026 sekaligus mengawali Tahun Ardas X tahun 2027. Melalui tema Cinta Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup, Keuskupan mengajak umat mewujudkan kepedulian melalui tindakan nyata.

Empat Paroki Tercantum dalam Rencana Gelombang Pertama

Keuskupan Tanjungkarang merencanakan donor darah dalam beberapa gelombang. Pada gelombang pertama, panitia mencantumkan Paroki Bandarjaya, Paroki Metro, Paroki Gisting, dan Paroki Katedral Kristus Raja sebagai lokasi kegiatan.

Selain keempat paroki tersebut, Keuskupan mengajak paroki dan komunitas lain untuk bergabung pada gelombang berikutnya. Dengan demikian, gerakan donor darah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Lampung.

Namun, panitia perlu mengonfirmasi satu lokasi tambahan karena keterangan awal menyebut lima titik, sedangkan daftar yang tersedia baru mencantumkan empat paroki.

Kepala Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Tanjungkarang, RD Piet Yoenanta, menjelaskan bahwa peluncuran ini menandai dimulainya gerakan donor darah serentak di wilayah Keuskupan Tanjungkarang.

Sebelumnya, Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmaja, telah mengajak paroki-paroki untuk menanggapi seruan moral kemanusiaan.

“Gerakan ini sudah dimulai melalui ajakan dan seruan moral kemanusiaan, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmaja, Uskup Tanjungkarang yang sebelumnya disampaikan ke paroki-paroki. Harapannya paroki-paroki menyambut dan merespons ajakan Bapa Uskup, tentu ini disesuaikan dengan kondisi setiap paroki,” ungkap Romo Piet.

BACA JUGA :  Sosok Romo Aloysius Mujiantono di Mata Romo Roy

Karena itu, Romo Piet berharap setiap paroki merespons ajakan tersebut sesuai kondisi dan kemampuannya. Melalui partisipasi ini, umat dapat memperluas manfaat gerakan donor darah bagi masyarakat.

Donor Darah Lintas Iman Perkuat Solidaritas

Ketua Umum Perayaan Puncak Ardas IX, Marcus Budi Santoso, menegaskan bahwa gerakan donor darah membawa pesan persaudaraan di tengah keberagaman.

“Kami ingin merayakan perbedaan sebagai kekayaan, dan saling berbagi, membantu tanpa membeda-bedakan golongan, suku,” ujar Marcus dalam siaran pers kapada Krakatoa.id, Selasa (20/10/2026).

Menurut Marcus, donor darah menjadi cara nyata untuk menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan. Sebab, siapa pun dapat membutuhkan bantuan darah tanpa memandang agama, suku, maupun golongan.

Oleh karena itu, gerakan ini tidak hanya mendorong masyarakat berbagi darah. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajak masyarakat membangun persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong.

Peluncuran di Bandar Lampung menarik partisipasi ratusan warga. Mereka mengikuti donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan layanan pengobatan gratis.

Peserta berasal dari berbagai kalangan. Di antaranya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Lampung (Unila), STIE Gentiaras, dan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.

Selain mahasiswa, Orang Muda Katolik (OMK), organisasi kemasyarakatan Katolik, Komunitas Gusdurian Lampung, serta masyarakat umum turut meramaikan kegiatan.

Keterlibatan berbagai kelompok ini memperlihatkan bahwa aksi kemanusiaan mampu menyatukan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, setiap kelompok dapat mengambil peran dalam membantu sesama.

Komisi Kesehatan dan PMI Dukung Gerakan Donor Darah

Komisi Kesehatan Keuskupan Tanjungkarang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Unit Donor Darah (UDD) Lampung untuk mendukung kegiatan tersebut.

Melalui kolaborasi ini, penyelenggara berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah. Selain itu, layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang hadir.

BACA JUGA :  KPU Lampung Beri Penghargaan kepada Keuskupan Tanjungkarang

Sebelum mendonorkan darah, calon pendonor menjalani registrasi dan verifikasi identitas. Selanjutnya, tenaga medis memeriksa kondisi kesehatan mereka untuk memastikan kelayakan donor.

Ketua Komisi Kesehatan Keuskupan Tanjungkarang sekaligus Koordinator Gerakan Donor Darah, drg. Rosmini Sipayung, mengajak masyarakat mendukung program kemanusiaan tersebut.

“Tim Komisi Kesehatan siap mendukung program-program dan seruan Keuskupan,” tandasnya.

Rosmini menegaskan kesiapan timnya untuk mendukung program kesehatan Keuskupan. Dengan dukungan tenaga medis dan partisipasi masyarakat, gerakan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pendonor.

Ardas IX Dorong Aksi Nyata bagi Kemanusiaan dan Lingkungan

Keuskupan Tanjungkarang menjadikan gerakan donor darah sebagai salah satu wujud tema Ardas IX, yaitu Cinta Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup.

Selain donor darah, rangkaian Perayaan Puncak Ardas IX tahun 2026 dan penyambutan Tahun Ardas X tahun 2027 mencakup Pro Kasih atau Pro Kali Bersih. Panitia juga menjadwalkan Misa Syukur yang bertepatan dengan tahbisan imamat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Keuskupan mengajak umat menerapkan nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, perayaan Ardas tidak sekadar menjadi momentum keagamaan, tetapi juga mendorong aksi sosial dan pelestarian lingkungan.

Pada akhirnya, gerakan donor darah serentak membawa pesan bahwa kepedulian dapat tumbuh dari tindakan sederhana. Karena itu, Keuskupan mengajak umat dan masyarakat untuk terus berbagi, saling menolong, serta memperkuat persaudaraan di Lampung.***