Pemkot Bandar Lampung Perkenalkan Inovasi Penanggulangan Banjir: Sinergi Program Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Bencana banjir yang kerap melanda Kota Bandar Lampung mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk memperkenalkan berbagai inovasi dalam penanggulangan bencana tersebut. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung kini tidak hanya fokus pada normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur, namun juga mengedepankan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat dan kerjasama lintas sektor.

Pada tahun 2025, Pemkot Bandar Lampung menandai komitmennya dengan menyelesaikan normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur penanggulangan banjir di 31 titik rawan bencana. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan banjir. Ia menjelaskan bahwa, selain melakukan normalisasi sungai, tim dari Dinas PU juga menggencarkan program sosialisasi kepada warga terkait pentingnya menjaga kebersihan sungai dan drainase.

“Ibu Walikota Bunda Eva selalu mendorong kami untuk lebih cepat dan maksimal dalam menanggulangi banjir. Namun, kami juga menyadari bahwa ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat harus ikut berperan aktif,” ungkap Dedi Sutiyoso.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, yang juga turut aktif dalam penanggulangan banjir, menunjukkan sinergi yang kuat dengan Pemkot. Kepala BPBD, Wakhidi, mengatakan bahwa selain mendistribusikan bantuan darurat, pihaknya juga mengedukasi warga tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak banjir di lingkungan masing-masing. Tahun ini, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa 107,6 ton beras kepada 10.760 rumah di 16 kecamatan yang terdampak bencana.

“Inovasi juga terlihat pada distribusi bantuan. Kami tidak hanya memberikan beras, tetapi juga memberikan panduan kepada warga tentang cara membuat saluran air sementara di sekitar rumah mereka untuk mengurangi risiko banjir,” ujar Wakhidi.

BACA JUGA :  Pemkot Bandar Lampung Percepat Penanganan Banjir, Eva Dwiana Turun Langsung ke Lokasi Terdampak

Lebih jauh lagi, Pemkot Bandar Lampung mengimplementasikan pendekatan berbasis kolaborasi jangka panjang melalui penyusunan 10 langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak. Langkah ini mencakup kolaborasi dengan Pemkab Pesawaran dan Lampung Selatan, perbaikan drainase, normalisasi sungai bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta penguatan ruang terbuka hijau untuk menyerap air hujan lebih efektif.

Program terbaru Pemkot Bandar Lampung adalah pembangunan embung dan sumur resapan air untuk menanggulangi masalah genangan yang sering terjadi setelah hujan deras. Hal ini sejalan dengan kebijakan untuk memperbanyak ruang terbuka hijau dan melakukan reboisasi guna memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mengurangi dampak bencana.

“Inovasi kami juga melibatkan sistem peringatan dini, agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana, serta jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses,” tambah Dedi Sutiyoso.

Langkah-langkah strategis ini juga mencakup edukasi berkelanjutan bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran air. Pemkot berharap agar sinergi antara program pemerintah dan peran aktif masyarakat dapat mengurangi risiko banjir secara signifikan di masa depan.

Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, Pemkot Bandar Lampung optimistis dapat mengurangi dampak bencana banjir yang selama ini menjadi masalah besar, sekaligus membangun kota yang lebih tahan bencana dan berkelanjutan. ***