Dodi Yudo Setyawan Menjadi Wisudawan Terbaik Program Doktor Unila

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) menggelar wisuda program doktor, magister, sarjana, dan diploma Periode II Tahun Akademik 2025/2026, yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Unila, Sabtu, 15 November 2025.

Salah satu wisudawan terbaik program doktor pada periode ini adalah Dodi Yudo Setyawan, mahasiswa program doktor Unila sekaligus dosen Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya.

Dodi menekuni bidang yang menggabungkan sensor, Internet of Things (IoT), dan otomasi untuk aplikasi pertanian cerdas, yang berkaitan langsung dengan tugas pengajaran dan penelitiannya.

“Saya merasa sangat bersyukur dan terhormat atas penghargaan tersebut. Penghargaan ini saya pandang sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras kolektif bukan hanya usaha pribadi, melainkan juga dukungan dari keluarga, rekan kerja, teman sejawat, serta para pembimbing/promotor yang sabar membimbing hingga selesai,” ujarnya.

Dodi menceritakan, perjalanan meraih predikat wisudawan terbaik dimulai dari komitmen untuk menyelesaikan studi dengan target jelas dan progres harian.

“Saya menjalani rangkaian penelitian yang sistematis, mulai dari kajian literatur menyeluruh, merancang dan melakukan eksperimen, hingga mempublikasikan hasil pada forum ilmiah nasional dan internasional. Semua proses ini ditambah bimbingan intensif dari promotor dan ko-promotor mendorong kualitas akademik hingga layak memperoleh penghargaan ini,” jelasnya.

Sebelum menempuh studi doktoral, Dodi menyelesaikan S-1 Fisika di Unila dan S-2 Magister Teknologi Informasi (MTI) di IIB Darmajaya. “Pengalaman lintas disiplin membantu saya menggabungkan prinsip fisika pengukuran dengan teknologi informasi dan kontrol dalam penelitian,” tambahnya.

Dodi menyelesaikan program Doktor dalam waktu sekitar 2,93 tahun (± 2 tahun 11 bulan), dengan disertasi berjudul: “Pengembangan Sistem Hybrid Smart Farming Berbasis Research and Development System melalui Integrasi Kalibrasi Sensor, IoT, dan Otomasi Lokal.”

BACA JUGA :  Mahasiswa Unila Raih Beragam Juara Pada Peksimiprov 2022

Topik tersebut dipilih karena tingginya kebutuhan inovasi di sektor pertanian. “Pangan adalah kebutuhan dasar yang strategis bagi bangsa. Dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pertanian, diharapkan produktivitas dan ketahanan pangan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam proses riset, Dodi melakukan tahapan lengkap mulai dari Systematic Literature Review, perancangan prototipe, eksperimen real time, analisis data, perbaikan iteratif, hingga publikasi ilmiah pada jurnal dan seminar.

Sepanjang studi, ia menghasilkan dua artikel jurnal internasional bereputasi, dua artikel jurnal nasional terakreditasi, satu artikel prosiding nasional, dan berpartisipasi pada dua seminar internasional dan dua seminar nasional.

Terkait tantangan selama studi, Dodi mengungkapkan menyeimbangkan aktivitas mengajar dengan penelitian bukan hal mudah.

“Tantangan terbesar adalah membagi waktu sebagai dosen dan peneliti, serta menyesuaikan dengan ketersediaan pembimbing. Cara saya mengatasi hal itu adalah menjaga komunikasi rutin dengan semua pembimbing, membuat target mingguan dan harian yang realistis, serta disiplin dalam manajemen waktu agar progres riset tetap konsisten,” jelasnya.***