KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Sufficiency Economy Philosophy for Sustainability (SEAMEO SEPS) merupakan Pusat Regional SEAMEO untuk Filsafat Ekonomi Kecukupan dan Keberlanjutan. Pusat Regional SEAMEO berada di bawah naungan Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara (SEAMEO), sebuah organisasi regional yang didirikan untuk memajukan kerja sama pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di Asia Tenggara. “Fashion the SEP Way” adalah nama dari sebuah kampanye atau inisiatif spesifik yang diselenggarakan oleh SEAMEO SEPS.
“Fashion the SEP Way” adalah program yang bertujuan untuk mempromosikan tanggung jawab lingkungan, khususnya dalam pengelolaan limbah mode dan tekstil, dengan menerapkan prinsip-prinsip Sufficiency Economy Philosophy (SEP) atau Filsafat Ekonomi Kecukupan. Saat ini Industri fashion merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Di Indonesia, pakaian bekas (busana) tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga menjadi isu sosial dan ekonomi. Pakaian yang sudah tidak terpakai seringkali berakhir di tempat sampah, TPA, atau dibakar, yang melepaskan gas beracun dan mencemari tanah serta air.

Salah satu guru di SMA Xaverius Bandar Lampung, Barbara Nunung Ika Titianti, S.S.,M.M., melihat peluang untuk mengubah masalah ini menjadi sebuah solusi yang edukatif dan memberdayakan. Melalui komunitas belajar English Club SMA Xaverius Bandar Lampung, “Textile Renaissance” hadir untuk menjawab tantangan ini dengan pendekatan 3P: Pengurangan, Pemanfaatan, dan Pendayaan. Program ini dilaksanakan pada 15-20 September 2025 dan SMA Xaverius Bandar Lampung bersaing dengan 44 sekolah dari 11 negara yang ada di Asia Tenggara.
Komunitas English Club “Textile Renaissance” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, mengembangkan keterampilan vokasional, memberikan keterampilan nyata dalam mengolah pakaian bekas menjadi produk bernilai ekonomi dan artistik, membangun Jiwa kewirausahaan sosial, dan menjadi pusat belajar yang berkelanjutan.
Komunitas ini akan bergerak melalui beberapa program inti yang terstruktur, seperti belajar mengklasifikasikan pakaian bekas menjadi beberapa kategori, mengikuti workshop kreatif dan pelatihan, dan melaksanakan pameran Fashion Show Kreatif. Pada prpgram pameran ini hasil karya dari program upcycling dan pemanfaatan limbah dipamerkan dalam bazar sekolah, fashion show dan pasar kreatif, atau platform online. Keuntungan yang didapat dikembalikan untuk operasional komunitas dan dana sosial.
“Saya berperan sebagai inisiator dan fasilitator dengan cara memulai gerakan, merancang modul pelatihan, serta memfasilitasi pertemuan rutin komunitas, kemudian mengintegrasikan kegiatan komunitas ke dalam mata pelajaran tertentu (misalnya: Prakarya, Seni Budaya, Ekonomi, Biologi, dan Kimia), lalu menghubungkan komunitas dengan pihak eksternal seperti dinas lingkungan hidup, pelaku usaha thrift, serta NGO bidang lingkungan, dan yang terakhir saya memberikan motivasi kepada anggota serta mengevaluasi dampak program secara berkala.”,ujar Barbara Nunung Ika Titianti.

“Komunitas belajar English Club SMA Xaverius Bandar Lampung “Textile Renaissance” bukan sekadar tentang mendaur ulang kain. Ini adalah gerakan membangun pola pikir baru dari konsumtif menjadi kreatif, dari membuang menjadi memanfaatkan. Sebagai GTK Pelopor, saya yakin bahwa pendidikan yang membumi dan menyentuh persoalan nyata akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan bumi,” ujar Barbara lebih lanjut.
Dengan program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif, seperti berkurangnya volume limbah tekstil yang dibuang ke TPA, terbentuknya generasi yang lebih sadar akan konsumsi berkelanjutan, terciptanya produk-produk kreatif yang memiliki nilai jual dan menumbuhkan jiwa wirausaha, serta terbangunnya rasa kebersamaan, kolaborasi, dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Tetaplah semangat dalam berkolaborasi dan berlatih. Semoga SMA Xaverius Bandar Lampung bisa mengikuti kegiatan dari SEAMEO SEPS yang diadakan setiap tahunnya!
“Dari Lemari Menuju Kreasi, Menjaga Bumi dengan Aksi. Salam Xavepa HEBAT!”
Kontributor : Barbara Nunung Ika Titianti
Editor : Resti Hosiana S.






