Meneguhkan Panggilan dengan Hati sebagai Pendidik melalui Rekoleksi Guru dan Karyawan SMA Xaverius Bandar Lampung

“Bekerja dengan Hati, Bertumbuh, dan Melayani dengan Sukacita”

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Sebagai upaya menyegarkan kembali semangat panggilan sebagai pendidik, para guru dan karyawan SMA Xaverius Bandar Lampung mengikuti kegiatan rekoleksi dengan tema “Bekerja dengan Hati, Bertumbuh, dan Melayani dengan Sukacita”. Rekoleksi ini dilaksanakan pada tanggal 10–11 Januari 2026 bertempat di Kahai Beach Hotel, Kalianda, Lampung Selatan.

Rekoleksi dipandu oleh RD. Chrisantus Ian Bagas Brahmantio selaku pembimbing. Dalam kegiatan ini, para guru dan karyawan diajak untuk masuk ke dalam suasana hening, reflektif, dan penuh keakraban, yang menjadi ruang perjumpaan pribadi dengan Tuhan sekaligus dengan sesama rekan sepelayanan.

Rekoleksi ini dirancang sebagai momen jeda dari rutinitas dan tuntutan pekerjaan agar para guru dapat kembali melihat makna terdalam dari profesi yang mereka jalani. Melalui sesi renungan, pendalaman iman, refleksi pribadi, sharing kelompok, serta doa bersama, para peserta diajak untuk menyadari bahwa mendidik bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan yang menuntut ketulusan hati. Hal inilah yang dipaparkan oleh Romo Bagas dalam pendampingannya.

Dalam sambutannya, FX. Agung Sucahyo, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas rahmat kesehatan sehingga seluruh peserta dapat berkumpul dalam kegiatan rekoleksi sumber daya manusia pendidik dan tenaga kependidikan SMA Xaverius Bandar Lampung.

“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Romo Bagas yang berkenan hadir mendampingi kami dan memberikan materi, sehingga kami semakin mendalami panggilan hidup dalam dunia pendidikan, khususnya di unit SMA Xaverius Bandar Lampung. Kedua, kepada rekan-rekan guru dan karyawan, marilah sejenak kita meninggalkan rutinitas. Setelah pikiran dan hati lelah, kini saatnya kita fokus mengevaluasi dan merefleksikan apa yang telah kita kerjakan, agar kita sungguh menyadari bahwa pekerjaan kita sebagai pendidik adalah sebuah panggilan hidup yang harus dijalani dengan tulus dan hati gembira, sehingga memberi dampak positif bagi perkembangan siswa, diri kita, dan komunitas kita. Terima kasih, mari kita jalani kegiatan ini dengan hati gembira,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tinjau Pasar Sehat Sabilulungan Soreang, Kapolri Pastikan Ketersediaan Minyak Curah dan Sembako Jelang Ramadhan Tercukupi

Tema bekerja dengan hati mengajak para guru untuk kembali mengajar dengan cinta, empati, dan keikhlasan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini. Makna bertumbuh ditekankan sebagai proses berkelanjutan—baik secara pribadi, rohani, maupun profesional—agar setiap guru terus berkembang dan menjadi pribadi yang semakin matang. Sementara itu, semangat melayani dengan sukacita meneguhkan kembali bahwa pelayanan yang lahir dari hati yang bersyukur akan memancarkan kegembiraan dan memberi dampak positif bagi peserta didik.

Selama rekoleksi berlangsung, para guru merasakan suasana kebersamaan yang hangat dan saling menguatkan. Banyak peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk melakukan refleksi diri, memperbarui komitmen, serta menumbuhkan kembali sukacita dalam melayani di dunia pendidikan.

Melalui rekoleksi ini, Romo Bagas berpesan agar para guru kembali ke tempat tugas dengan semangat yang diperbarui, hati yang lebih terbuka, serta komitmen untuk terus melayani dengan penuh cinta dan sukacita. Dengan demikian, nilai-nilai yang dihidupi selama rekoleksi dapat diwujudkan secara nyata dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Salam XAVEPA HEBAT.***

Kontributor : Valentinus Utomo
Editor : Resti Hosiana S