Jelang Lebaran, Harga Kopi Robusta di Pesawaran Turun ke Rp48 Ribu per Kg

KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Harga kopi robusta di Desa Gunungrejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, mengalami penurunan menjelang Lebaran 2026. Saat ini harga kopi di tingkat petani berada di kisaran Rp48 ribu hingga Rp49 ribu per kilogram.

Salah satu petani kopi di Dusun Kaliawi, Desa Gunungrejo, Rudi, mengatakan harga tersebut turun dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp51 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram.

“Harga kopi sekarang Rp48 ribu per kg,” kata Rudi saat ditemui Krakatoa.id di kawasan Air Terjun Anglo, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, harga kopi di tingkat petani memang cukup fluktuatif dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

“Kemungkinan kalau lihat pasar bisa naik bisa turun. Tapi kalau dilihat grafiknya dari awal tahun 2026 ini kayaknya kebanyakan turun harganya,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, sejak awal tahun harga kopi sempat mengalami kenaikan, namun tidak bertahan lama.

“Kemarin pernah naik harganya mentok cuma Rp58 ribu per kg. Sekarang harganya Rp48 ribu sampai Rp49 ribu,” jelasnya.

Ia mengatakan kopi yang diproduksi oleh petani di wilayah tersebut didominasi jenis robusta dengan ukuran biji relatif kecil.

“Kalau di jenis kopi kecil ya, robusta masuknya,” kata dia.

Menurut Rudi, sebagian besar petani di desanya menjual kopi yang sudah digiling dan dibersihkan dari kulit ari sebelum dipasarkan ke pengepul.

“Petani di sini banyaknya waktu jual itu sudah digiling. Biasanya langsung dijual ke tempat penggilingan atau pengepul. Kalau sudah bersih baru harganya sekitar Rp48 ribu itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, selisih harga jika kopi dijual ke daerah lain tidak terlalu besar sehingga banyak petani memilih menjual hasil panen di desa setempat.

BACA JUGA :  Polusi Kendaraan, Pembakaran Sampah, dan PLTU Batu Bara Cekik Warga Jakarta

“Kalau kita bawa ke Kedondong cuma selisih Rp2 ribu. Kebanyakan petani jual di sini, kecuali kalau jumlahnya sudah di atas tiga kuintal baru dibawa keluar,” katanya.

Rudi menyebutkan mayoritas warga di Dusun Kaliawi menggantungkan penghasilan dari perkebunan kopi.

“Warga di sini mayoritas kopi semua. Di Dusun Kaliawi ini jumlah kepala keluarganya sekitar 120-an,” ungkapnya.

Meski harga sedang turun menjelang Lebaran, para petani tetap berharap harga kopi dapat kembali meningkat dalam waktu dekat.

“Harapan kami harga kopi ya tetap naiklah. Ini mau Lebaran harga kopi malah turun, padahal sekitar empat hari lalu masih Rp51 ribu sampai Rp52 ribu. Sekarang malah Rp48 ribu sampai Rp49 ribu,” katanya.***