Pemprov Lampung memperkuat kesiapsiagaan El Nino 2026. Gubernur Rahmat Mirzani minta daerah bergerak cepat hadapi ancaman kekeringan dan krisis pangan.
KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino 2026. Selain itu, Pemprov Lampung menyiapkan langkah cepat untuk melindungi sektor pangan, air bersih, dan stabilitas ekonomi daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Lampung tidak boleh lengah. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota bergerak cepat karena El Nino berpotensi mengganggu produksi pangan nasional.
Lampung di Garis Depan Ketahanan Pangan Nasional
Rahmat Mirzani menjelaskan Lampung memegang peran strategis sebagai lumbung pangan nasional. Oleh karena itu, gangguan produksi di daerah ini dapat berdampak luas ke berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, ia mencatat produksi gabah Lampung mencapai 3,2 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, Lampung mengirim sekitar 900 ribu ton ke luar daerah untuk menjaga pasokan nasional.
“Artinya, Lampung berada di garis depan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
El Nino Tekan Produksi dan Dorong Kenaikan Harga
Sementara itu, Gubernur mengingatkan El Nino dapat menurunkan produksi jagung dan padi. Akibatnya, harga pakan ternak naik dan memicu kenaikan harga ayam serta telur.
Dengan demikian, dampak El Nino tidak hanya menyentuh sektor pertanian, tetapi juga daya beli masyarakat.
“Efeknya bisa berantai ke ekonomi masyarakat,” tegasnya.
BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering dari Normal
Kemudian, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan BMKG memprediksi El Nino mulai terjadi pada Mei 2026. Selanjutnya, puncak kemarau berlangsung pada Juli hingga September.
Selain itu, BMKG mencatat sebagian wilayah Lampung bisa mengalami kemarau hingga 210 hari.
“Karena itu, kita harus antisipasi sejak sekarang,” ujarnya.
Pemprov Percepat Strategi Air dan Pangan
Di sisi lain, Pemprov Lampung mempercepat langkah mitigasi di sektor pertanian. Pemerintah mendorong petani melakukan percepatan tanam, menggunakan varietas tahan kering, dan menerapkan pompanisasi.
Selain itu, pemerintah memperluas distribusi air bersih melalui sumur bor, embung, dan irigasi darurat. Sementara itu, sektor kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ISPA.
Karhutla dan Kekeringan Jadi Fokus Pengawasan
Kemudian, pemerintah daerah meningkatkan pengawasan kebakaran hutan dan lahan. Pemprov Lampung mengaktifkan kembali satgas karhutla untuk memantau titik panas dan mencegah pembakaran lahan.
Dengan demikian, pemerintah berharap dapat menekan risiko bencana sejak dini.
BMKG: El Nino Tidak Ekstrem, Tapi Tetap Waspada
Kepala Stasiun Klimatologi Lampung BMKG, Indra Purna menjelaskan El Nino 2026 tidak mencapai level ekstrem seperti 1997. Namun demikian, sebagian wilayah tetap mengalami kondisi lebih kering dari normal.
“Meski tidak ekstrem, kita tetap harus siap menghadapi dampaknya,” ujarnya.
Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Terakhir, Pemprov Lampung memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi El Nino 2026. Selain itu, pemerintah menggerakkan seluruh perangkat daerah agar respons di lapangan berjalan cepat.
Dengan demikian, Lampung berupaya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kekeringan.***






