Belum Lulus Kuliah, Mahasiswa Sistem Informasi Alma Ata Ini Sudah Diperebutkan Dunia Industri BUMN

KRAKATOA.ID, JAKARTA — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Ibnu Ajis, berhasil membuktikan bahwa kemampuan dan pengalaman praktis mampu membuka peluang karier lebih cepat bahkan sebelum lulus kuliah. Mahasiswa semester akhir yang baru menyelesaikan skripsi tersebut kini bekerja sebagai SOC L1 Analyst di PGNCom dan ditempatkan di Pertamina Patra Niaga Jakarta Selatan. Keberhasilan itu diraih setelah dirinya lolos serangkaian proses seleksi ketat perusahaan BUMN di bidang keamanan siber pada April 2026. Di tengah proses revisi skripsi dan persiapan yudisium, Ibnu justru sudah mulai meniti karier profesional di industri cyber security nasional.

Ibnu mengungkapkan dirinya mulai mengikuti proses rekrutmen melalui portal talentics.id pada April 2026. Dalam proses tersebut, ia harus melalui beberapa tahapan seleksi mulai dari administrasi hingga wawancara teknis bersama tim Security Operation Center (SOC) PGN.

“Saya mulai daftar April 2026 lewat portal rekrutmen talentics.id. Tahapannya seleksi administrasi, interview HR, interview user atau teknis sama tim SOC PGN, tes online psikotest, lalu terakhir tahap MCU dan dinyatakan lolos lalu mulai masuk awal Mei 2026,” ujar Ibnu dikutip dari Berita Headline.co.id.

Saat ini, Ibnu bertugas sebagai SOC L1 Analyst di PGNCom dengan penempatan kerja di Pertamina Patra Niaga Jakarta Selatan. Posisi tersebut memiliki tanggung jawab penting dalam memantau sistem keamanan digital perusahaan.

“Saya kerja sebagai SOC L1 Analyst di PGNCom, ditempatkan di Pertamina Patra Niaga Jakarta Selatan. Tugas utama saya monitoring alert keamanan 24/7 lewat SIEM menggunakan IBM QRadar, analisis log awal, triase insiden, dan eskalasi ke SOC L2 kalau ada indikasi anomali serius,” katanya.

Dalam pekerjaannya, Ibnu bertanggung jawab mendeteksi berbagai ancaman siber seperti brute force, malware, hingga akses tidak sah ke sistem perusahaan.

BACA JUGA :  Pemprov Lampung Perluas Akses Pembiayaan, Dorong Petani Lebih Produktif

Menurut Ibnu, alasan dirinya memilih posisi tersebut karena sangat sesuai dengan minat dan fokus studinya di bidang cyber security selama kuliah di Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata.

“Yang jadi alasan yaitu di posisinya sebagai SOC L1, yang mana sangat relevan dengan fokus saya saat kuliah dengan fokus cyber security. Lingkungan kerja di SOC itu tempat terbaik buat belajar cybersecurity secara real, bukan cuma teori,” jelasnya.

Meski berhasil diterima bekerja di perusahaan BUMN sebelum lulus kuliah, Ibnu mengaku harus menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara pekerjaan dan kewajiban akademik.

Ia menjelaskan bahwa proses penerimaan kerja berlangsung tidak lama setelah dirinya menyelesaikan sidang skripsi. Saat itu, revisi skripsi dan proses administrasi yudisium masih berjalan.

“Tantangan terbesar saat prosesnya yaitu saat pengambilan keputusan tanda tangan kontrak. Waktu itu saya baru selesai sidang skripsi dan seminggu setelah sidang dikabarkan mengikuti interview HR dan user,” ungkapnya.

Perusahaan meminta dirinya mulai bekerja pada awal Mei 2026. Di sisi lain, revisi skripsi dan proses pengesahan dokumen akademik belum sepenuhnya selesai.

“Saat itulah saya harus memikirkan bagaimana caranya menyelesaikan revisi dan yudisium sebelum bulan Mei. Alhamdulillah revisi terkejar sebelum Mei dan untuk kebutuhan tanda tangan bisa dibantu teman saya yang masih di Jogja,” katanya.

Ibnu mengaku harus menjaga komunikasi dengan dosen serta teman-temannya di Yogyakarta agar proses administrasi akademik tetap berjalan lancar meski dirinya sudah berada di Jakarta.

Selain kemampuan akademik dan pengalaman praktik, Ibnu menyebut dukungan keluarga terutama sang ibu menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya.

“Yang paling berpengaruh yaitu keluarga saya terutama ibu saya yang terus selalu tiap malam mendoakan saya sebagai anaknya untuk menggapai apa yang diinginkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sentra HKI LPPM Gelar Pelatihan Komersialisasi Kekayaan Intelektual Unila

Ia juga mendapatkan dorongan dari teman dan komunitas yang terus mendukung dirinya belajar dan berkembang di bidang keamanan siber.

Selama kuliah di Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Ibnu mengaku banyak mata kuliah yang sangat relevan dengan pekerjaannya saat ini. Mata kuliah seperti Jaringan Komputer, Basis Data, dan Keamanan Siber menjadi bekal utama saat bekerja sebagai SOC Analyst.

“Di SOC L1 saya tiap hari baca log, jadi sedikit mengerti struktur IP, port, protokol,” katanya.

Selain itu, pengalaman magang sebagai Cyber Security Analyst di X-Code juga memberikan pengalaman praktis yang sangat membantu ketika menghadapi dunia kerja.

Ibnu menilai pengalaman praktikum dan proyek selama kuliah memiliki kontribusi besar terhadap kemampuan yang digunakan saat bekerja di industri.

“Pas kerja, 70 persen skill yang kepakai itu hasil dari praktikum dan project, bukan hanya materi kuliah,” jelasnya.

Menurutnya, tes teknis di PGNCom juga banyak membahas konsep jaringan komputer, sistem operasi, dan logika yang sebelumnya pernah dipelajari di bangku kuliah.

“Waktu interview, saya bisa cerita project dan praktikum yang sudah pernah dilakukan sebagai bukti pengalaman,” tambahnya.

Keberhasilan diterima bekerja di perusahaan BUMN sebelum resmi lulus kuliah membuat Ibnu merasa bangga sekaligus tidak menyangka.

“Campur aduk. Lega, bangga, dan nggak nyangka. Soalnya ini kerjaan pertama di BUMN, dan langsung di bidang yang saya suka. Rasanya semua begadang buat skripsi dan belajar cyber itu terbayar,” katanya.

Melalui pengalamannya, Ibnu juga membagikan pesan kepada mahasiswa lain agar mulai membangun kemampuan dan pengalaman kerja sejak awal kuliah.

“Jangan tunggu lulus baru belajar skill kerja. Mulai dari semester awal tentukan passion, ikut komunitas yang relevan, buat lab sendiri buat testing, ambil project, atau sertifikasi gratis,” pesannya.

BACA JUGA :  Gubernur Arinal Djunaidi Lepas Peserta Sriwijaya Lampung Run Memperingati HUT ke-78 Kodam II/Sriwijaya

Ia menilai kemampuan praktis dan pengalaman lapangan menjadi faktor pembeda saat menghadapi proses seleksi kerja di industri teknologi.

“IPK penting, tapi skill dan pengalaman praktis yang bikin beda pas interview. Kalau aku bisa lolos SOC di BUMN, kalian juga pasti bisa,” tutupnya.

Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak talenta unggul di bidang teknologi informasi dan digital. Dengan dukungan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga pengalaman praktis melalui proyek, praktikum, hingga magang di dunia industri teknologi.

Universitas Alma Ata juga didukung fasilitas pembelajaran yang lengkap untuk menunjang pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi, mulai dari laboratorium komputer, jaringan, hingga pengembangan skill digital dan cyber security. Menariknya, dengan kualitas pendidikan yang kompetitif, Universitas Alma Ata tetap menawarkan biaya kuliah yang terjangkau bagi mahasiswa.

Terkait kualitas pendidikan, calon mahasiswa juga tidak perlu ragu. Universitas Alma Ata merupakan kampus unggul dengan Program Studi Sistem Informasi yang telah mengantongi akreditasi internasional ASIIN, sebagai bentuk pengakuan mutu pendidikan berstandar internasional.

Bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di dunia teknologi, cyber security, data analyst, programming, maupun bisnis digital, Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata dapat menjadi pilihan tepat untuk membangun masa depan profesional di era digital.***