Mahasiswa Unila Ciptakan Aplikasi Penilaian Otomatis, Permudah Lomba Bookstar Silent Reading

BANDAR LAMPUNG – Inovasi teknologi mahasiswa Universitas Lampung (Unila) kembali hadir dalam kegiatan kampus. Kali ini, Palwa Abiyyu Jaya, mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer angkatan 2024, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), menciptakan aplikasi penilaian digital untuk mempermudah pelaksanaan lomba Bookstar Silent Reading dalam rangka Library Expo Unila 2026.

Menariknya, aplikasi tersebut mampu mengolah nilai peserta secara otomatis. Dengan demikian, juri tidak perlu lagi menghitung skor dan menyusun rekapitulasi secara manual.

Palwa yang juga menjabat sebagai Duta Baca Unila 2026 mengembangkan aplikasi tersebut bersama Alya Nurani. Keduanya menghadirkan solusi digital untuk menjawab kebutuhan panitia dalam mengelola penilaian lomba agar lebih praktis, cepat, dan terorganisasi.

Aplikasi Digital Ubah Penilaian Manual Jadi Otomatis

Palwa menjelaskan bahwa ide pengembangan aplikasi berawal dari proses penilaian lomba yang sebelumnya masih mengandalkan pencatatan manual.

Proses tersebut mencakup pencatatan skor dari juri hingga penghitungan dan rekapitulasi nilai seluruh peserta. Karena itu, ia bersama Alya Nurani mencoba menghadirkan sistem digital yang dapat menyederhanakan tahapan tersebut.

Melalui aplikasi ini, juri cukup memasukkan nilai peserta ke dalam sistem. Selanjutnya, aplikasi akan mengolah nilai dari kedua juri dan menghasilkan rekapitulasi serta peringkat peserta secara otomatis.

“Dengan adanya aplikasi ini, juri tidak perlu lagi menghitung dan merekap nilai secara manual. Cukup memasukkan nilai, kemudian sistem akan memproses dan menampilkan hasil akhirnya,” jelas Palwa.

Selain mempersingkat proses penilaian, aplikasi tersebut juga membantu panitia mengelola hasil lomba secara lebih terstruktur. Dengan begitu, juri dapat lebih fokus memberikan penilaian terhadap penampilan peserta.

Terapan Ilmu Komputer untuk Kebutuhan Nyata Kampus

Bagi Palwa, pengembangan aplikasi ini bukan sekadar membuat perangkat lunak. Lebih dari itu, proyek tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah ke dalam kebutuhan nyata di lingkungan kampus.

BACA JUGA :  Mahasiswi Pendidikan Seni Musik Juara 1 Lomba Anggana Sekar pada LSAF VII 2023

Sebagai mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA Unila, ia memanfaatkan kemampuan teknologi untuk menyelesaikan persoalan sederhana yang membutuhkan solusi praktis.

Di sisi lain, keterlibatannya sebagai Duta Baca Unila 2026 juga mempertemukan dunia teknologi dengan kegiatan literasi. Melalui inovasi ini, ia turut mendukung penyelenggaraan kegiatan membaca yang lebih efektif dan tertata.

Respons juri dan panitia terhadap aplikasi tersebut pun positif. Mereka merasakan kemudahan saat memasukkan nilai dan melihat hasil penghitungan secara otomatis.

Bahkan, sistem ini membantu menghemat waktu selama proses penilaian berlangsung. Dengan demikian, panitia dapat menjalankan kegiatan dengan lebih efisien.

Palwa Siapkan Pengembangan Fitur Aplikasi

Meski telah membantu proses penilaian Bookstar Silent Reading, Palwa menyadari bahwa aplikasinya masih memiliki sejumlah ruang pengembangan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah penyesuaian fitur untuk menambahkan peserta yang mendaftar setelah perlombaan berlangsung.

Karena itu, ia berharap dapat terus menyempurnakan sistem agar mampu memenuhi kebutuhan kegiatan yang lebih beragam.

Selain untuk lomba Bookstar Silent Reading, aplikasi tersebut juga berpotensi mendukung berbagai perlombaan lain yang membutuhkan sistem penilaian dan rekapitulasi otomatis.

Inovasi Palwa Abiyyu Jaya bersama Alya Nurani menjadi contoh pemanfaatan teknologi oleh mahasiswa Unila untuk menghadirkan solusi nyata di lingkungan perguruan tinggi.

Pada akhirnya, kreativitas mahasiswa tidak hanya terlihat dari kemampuan menguasai teori di ruang kuliah. Namun, kemampuan menerapkan ilmu untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dari kontribusi akademik.