KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia (BI) menyiapkan 12 proyek unggulan untuk menarik investor domestik dan asing. Langkah ini menjadi strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung dari 5,9 persen menuju 6 persen.
Pemprov Lampung dan BI akan mempromosikan peluang tersebut melalui Lampung Economic and Investment Forum 2026. Forum ini mengangkat potensi hilirisasi pertanian dan pengembangan energi terbarukan sebagai peluang investasi.
Kedua pihak membahas persiapan forum tersebut dalam Rapat Pemantapan Lampung Economic and Investment Forum 2026 di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Bandar Lampung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkenalkan berbagai kemudahan investasi kepada calon investor.
“Bagaimana kemudahan-kemudahan investasi ini yang akan kita sampaikan ke publik, yang tentunya kita harapkan dari sektor investasi ini bisa men-deliver terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih baik,” ujar Mulyadi.
12 Proyek Investasi Lampung Jadi Andalan Menarik Investor
Mulyadi menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Lampung. Sektor ini menyumbang hampir 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Selain pertanian, Lampung juga memiliki peluang besar di sektor energi terbarukan. Pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dengan calon investor untuk mengembangkan potensi tersebut.
Mulyadi mengungkapkan, pemerintah telah mengidentifikasi 12 proyek investasi unggulan. Sejumlah proyek sudah berjalan, beberapa lainnya segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking. Proyek lainnya juga telah memiliki kesiapan lahan.
“Dari proyek investasi yang kita tawarkan ada 12 yang sedang berjalan, akan groundbreaking, dan sudah siap ketersediaan lahannya,” jelas Mulyadi.
Pemerintah Provinsi Lampung ingin menjadikan proyek-proyek tersebut sebagai penggerak ekonomi baru. Pemerintah juga berupaya mengoptimalkan sumber daya lokal melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satu mitra strategis yang akan mendukung pengembangan investasi ialah Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Kerja sama akademik ini dapat memperkuat inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.
BI Nilai Hilirisasi Bisa Dorong Ekonomi Lampung Tembus 6 Persen
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menilai investasi memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Bimo menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung saat ini mencapai 5,9 persen. Menurutnya, Lampung masih memiliki peluang untuk meningkatkan angka tersebut hingga 6 persen.
Ia menilai pemerintah dan pelaku usaha perlu memperkuat hilirisasi. Selama ini, ekonomi Lampung masih banyak mengandalkan penjualan komoditas dalam bentuk bahan mentah.
“Kekuatan ekonomi Lampung yang selama ini bertumpu pada komoditas perlu diolah lebih jauh untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui kegiatan investasi,” kata Bimo.
Menurutnya, investasi industri pengolahan dapat membuka lapangan kerja baru. Industri tersebut juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu menekan angka kemiskinan.
Karena itu, BI mengajak pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat sinergi. Kolaborasi tersebut dapat meningkatkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
60 Investor Domestik dan Asing Ditargetkan Hadiri Forum Investasi Lampung
Lampung Economic and Investment Forum 2026 akan berlangsung pada 4 November 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk membahas peluang investasi di Lampung.
Bimo menyampaikan bahwa panitia menargetkan sekitar 200 peserta. Dari jumlah tersebut, sekitar 50–60 orang merupakan investor domestik dan luar negeri.
Menurut Bimo, antusiasme calon peserta cukup tinggi. Panitia masih membuka pendaftaran hingga 3 November 2026.
Melalui forum ini, Pemprov Lampung dan BI ingin mempertemukan potensi ekonomi daerah dengan kebutuhan investor. Kedua pihak juga ingin mempromosikan 12 proyek unggulan agar menarik minat penanam modal.
Hilirisasi pertanian, energi terbarukan, dan industri pengolahan menjadi sektor penting dalam agenda investasi tersebut.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap peningkatan investasi dapat memperkuat ekonomi daerah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi juga berpotensi membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing Lampung.






