Bukan Sekadar Rekor MURI, Bidan Lampung Sukses Dobrak Ketakutan Ribuan Perempuan Soal Kanker Serviks

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung baru saja mengukir sejarah baru di tingkat nasional. Melalui dedikasi tinggi, para bidan berhasil merangkul belasan ribu perempuan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Tercatat, sebanyak 14.762 perempuan dengan berani mengikuti pemeriksaan Pap smear secara massal. Alhasil, gerakan menyala ini tidak hanya menyelamatkan banyak nyawa. Lebih dari itu, aksi nyata ini sukses memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori superlatif.

Dedikasi Tinggi Bidan di Garda Terdepan Kesehatan

Di balik pencapaian besar tersebut, ada perjuangan keras para bidan yang bertugas hingga ke pelosok daerah. Sebab, mereka harus mematahkan stigma, rasa malu, dan ketakutan masyarakat terhadap pemeriksaan organ reproduksi. Melalui pendekatan yang humanis, para bidan akhirnya mampu meyakinkan belasan ribu perempuan mengenai pentingnya skrining dini.

Terkait apresiasinya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan pujian mendalam atas kinerja luar biasa ini. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, pada Selasa (7/7/2026). Dalam kesempatan itu, Gubernur menyaksikan langsung penyerahan piagam rekor dunia dari pihak MURI kepada pengurus IBI.

Menurut Rahmat Mirzani Djausal, peran bidan selama ini melampaui batas tugas medis biasa. Sebab, mereka setia mengawal fase kehidupan perempuan, mulai dari masa remaja, kehamilan, persalinan, hingga edukasi kesehatan.

“Menjadi bidan bukan sekadar pekerjaan. Menjadi bidan adalah tentang menemani perempuan di setiap fase kehidupannya. Itulah sebabnya saya selalu mengatakan bahwa bidan adalah sahabat perempuan,” kata Rahmat Mirzani Djausal.

Menembus Batas Target di Ratusan Titik Pelosok

Sementara itu, Ketua IBI Provinsi Lampung, Mery Destiaty, membeberkan kunci keberhasilan gerakan massal ini. Ia menjelaskan bahwa seluruh bidan bergerak serentak di 204 titik pelayanan yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Hebatnya, antusiasme warga membuat angka kepesertaan melonjak tajam hingga menyentuh 14.762 orang. Padahal, manajemen awalnya hanya menargetkan 13.740 peserta saja pada rencana awal.

BACA JUGA :  775 Personel Gabungan Amankan Kegiatan APEKSI

Menurut Mery, capaian ini merupakan buah manis dari komitmen profesi yang tidak pernah luntur. Oleh karena itu, IBI berharap pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka. Khususnya, dalam pelibatan penyusunan kebijakan pelayanan kesehatan yang ramah terhadap praktik mandiri bidan di desa.

Dari sudut pandang penilaian MURI, dampak gerakan ini dinilai sangat masif bagi masa depan generasi bangsa. Oleh sebab itu, Direktur Operasional MURI, Awan Rahargo, langsung memasukkan prestasi Lampung ke dalam kategori Rekor Superlatif. Sebagai bentuk penghargaan, MURI menyerahkan 17 duplikat piagam kepada para pihak yang telah bertaruh tenaga menyukseskan acara ini.

Kesehatan Perempuan Sebagai Investasi Masa Depan

Kembali ke visi daerah, Gubernur Lampung menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan pilar utama pembangunan. Sebab, perempuan yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan anak-anak yang cerdas dan bebas stunting. Alhasil, Provinsi Lampung dapat mempercepat terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing tinggi.

“Kesehatan perempuan adalah fondasi kesehatan keluarga. Ketika seorang perempuan sehat, ia dapat hadir lebih kuat untuk keluarganya, anak-anaknya, dan lingkungannya. Karena perempuan adalah perekat keluarga,” tambah Gubernur Lampung.

Sebagai penutup, momentum emas HUT ke-75 IBI ini menumbuhkan semangat baru bagi iklim kesehatan daerah. Melalui penguatan peran bidan, Pemprov Lampung optimistis bisa menekan angka kematian akibat kanker serviks secara signifikan. Selain itu, agenda ini diharapkan mampu memicu lahirnya berbagai kebijakan publik yang lebih berpihak pada kesejahteraan fasilitas kesehatan tingkat desa.***