Kebakaran Ponpes Babunnajah Pesawaran, Sarwoko Datang Beri Bantuan untuk Santri

PESAWARAN — Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Sarwoko, menunjukkan kepeduliannya kepada para santri Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir, Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Sarwoko mendatangi Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir pada Jumat, 21 Agustus 2026, sehari setelah kebakaran melanda ruang asrama lantai 1 pesantren tersebut.

Kebakaran terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Api diduga muncul akibat korsleting listrik dan kemudian membakar ruang asrama beserta berbagai perlengkapan milik para santri.

Sarwoko Datang dan Bantu Para Santri

Setibanya di lokasi pada Jumat (21/8/2026), Sarwoko melihat langsung kondisi ruang asrama yang hangus akibat kebakaran.

Api menghanguskan tempat tidur, lemari, meja, kursi hingga pakaian milik anak-anak. Kerusakan tersebut membuat para santri kehilangan sejumlah perlengkapan penting untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagai wakil rakyat, Sarwoko datang untuk menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan bantuan kepada pihak Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir.

Kepedulian tersebut menunjukkan perhatian Sarwoko terhadap para santri dan pengurus pesantren yang menghadapi musibah.

Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan dirinya ingin melihat kondisi pesantren secara langsung dan membantu meringankan beban para santri.

“Saya datang untuk melihat langsung kondisi pondok pesantren dan menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan para santri dan pengurus pondok,” ujar Sarwoko.

Kebakaran Terjadi Saat Santri Mengaji

Kebakaran melanda asrama Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat api mulai membesar, para santri sedang mengikuti kegiatan pengajian. Mereka pun tidak berada di dalam ruang asrama ketika kebakaran terjadi.

BACA JUGA :  Langkah Pemprov Lampung dalam Mengendalikan Inflasi: Fokus pada Kenaikan IPH dan Stabilisasi Pangan

Situasi tersebut membuat musibah tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, api menghanguskan berbagai perabot dan barang pribadi milik para santri.

Sarwoko turut mengungkapkan rasa syukur karena kejadian tersebut tidak menelan korban.

“Yang paling penting tidak ada korban jiwa. Kita bersyukur anak-anak saat kejadian sedang mengikuti pengajian,” katanya.

Ponpes Babunnajah Punya Sekolah Reguler dan SSB

Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir menjalankan pendidikan agama sekaligus pendidikan formal bagi para santri.

Selain mengajarkan ilmu agama, pengelola pesantren juga menyelenggarakan sekolah reguler. Para santri dapat mengikuti pendidikan formal sambil memperdalam pengetahuan keagamaan.

Pesantren tersebut juga memiliki sekolah sepak bola atau SSB. Kegiatan itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kemampuan olahraga.

Kebakaran ruang asrama kini membuat pihak pesantren harus menata kembali berbagai kebutuhan para santri.

Pemkab Pesawaran Ikut Membantu

Pemerintah Kabupaten Pesawaran turut bergerak setelah kebakaran melanda Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir.

Melalui BPBD dan Dinas Sosial, Pemkab Pesawaran mengunjungi lokasi pada masa penanganan pascakebakaran. Kedua instansi tersebut juga menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan para santri dan pihak pesantren.

Langkah Pemkab Pesawaran bersama kepedulian Sarwoko memberikan dukungan bagi pihak pondok dalam menghadapi musibah tersebut.

Santri Kehilangan Perlengkapan Akibat Kebakaran

Kebakaran menghanguskan sejumlah kebutuhan penting para santri. Tempat tidur, lemari, meja, kursi, pakaian dan berbagai perlengkapan lainnya ikut terbakar.

Kini pihak pesantren harus menata kembali ruang asrama dan memenuhi kebutuhan para santri agar kegiatan sehari-hari dapat berjalan normal.

Dukungan masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak lainnya akan membantu pesantren mempercepat proses pemulihan.

Sarwoko juga mengajak semua pihak untuk ikut memperhatikan kebutuhan para santri setelah kebakaran.

BACA JUGA :  UPA Unila Bahasa Gelar Kelas ECC untuk Tingkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa

Kehadiran Sarwoko pada Jumat (21/8/2026), sehari setelah kejadian, menjadi wujud kepedulian wakil rakyat terhadap Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir dan para santri di Kabupaten Pesawaran.***