Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Jadi Motor Penggerak Literasi di Era Digital

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya instan, sekelompok mahasiswa UIN Raden Intan Lampung justru tampil sebagai pionir dalam menghidupkan semangat literasi dan budaya baca di kalangan generasi muda. Hal ini tercermin dari penyelenggaraan Culture Literary Festival & World Book Day 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna kampus tersebut pada Selasa (15/4/2025).

Festival bertema “Ngulik Literasi: Dare To Dream, Be Innovative” ini bukan hanya menjadi perayaan buku semata, tapi juga bentuk nyata inisiatif mahasiswa dalam mengajak generasi muda untuk kembali mencintai membaca dan berpikir kritis—sebuah sikap yang kian langka di era media sosial.

Ketua Panitia Pelaksana, Luthfi Nabila Amalina, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya konsumen informasi, tapi juga agen perubahan. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi bagaimana membentuk pola pikir yang kritis, kreatif, dan berbudaya,” ungkap Luthfi.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari ke depan (15–17 April 2025) tak hanya diisi oleh lomba-lomba sastra dan bazar buku, tapi juga talkshow bersama tokoh nasional serta diskusi buku dan karya bersama para penulis. Format ini dipilih agar literasi tidak lagi dianggap sebagai aktivitas elitis, melainkan sesuatu yang bisa dinikmati dan digerakkan oleh semua kalangan, terutama anak muda.

Pemerintah Provinsi Lampung pun mengapresiasi langkah progresif mahasiswa ini. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, M. Firsada, menyebut festival ini sangat strategis dalam membangun pondasi SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Tanpa anak muda yang literat dan inovatif, mimpi besar kita akan sulit tercapai. Gerakan seperti ini penting untuk membuka ruang-ruang dialog, kreativitas, dan refleksi budaya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ribuan Desa Jadi Motor Pembangunan, Lampung Tunjukkan Tren Positif Kemandirian Desa

Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Abdul Syukur, menilai bahwa kegiatan ini adalah bentuk aktualisasi mahasiswa yang sesungguhnya.

“Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tapi langsung menciptakan ruang belajar baru melalui festival ini. Ini bagian dari praktik komunikasi yang substansial,” kata Syukur.

Dalam konteks lebih luas, kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi masih punya tempat di hati anak muda—asal diberikan ruang yang sesuai dengan dinamika zaman. Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung telah membuktikan bahwa perubahan tidak harus datang dari atas, tapi bisa dimulai dari ruang-ruang kampus yang penuh semangat dan idealisme.***