KRAKATOA.ID, JAKARTA — Zakat tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, pengelolaan zakat yang tepat dapat membuka peluang usaha, mendukung pendidikan, dan memperkuat kemandirian ekonomi. Pendekatan ini menjadi salah satu fokus pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Provinsi Lampung.
Dukungan terhadap pengelolaan zakat mengantarkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meraih Grand BAZNAS Awards 2026 kategori Kepala Daerah Pendukung Zakat Terbaik. Sebelumnya, ia juga meraih penghargaan serupa pada 2025. Dengan demikian, penghargaan ini menjadi raihan keduanya dalam dua tahun berturut-turut.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama BAZNAS Provinsi Lampung terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut mencakup zakat produktif, bantuan pangan bagi kelompok rentan, dan beasiswa tahfiz Al-Qur’an melalui program satu desa satu hafiz Al-Qur’an.
Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. Iskandar Zulkarnain, menilai dukungan kepala daerah membantu memperkuat pengumpulan dan penyaluran ZIS. Menurutnya, pengelolaan zakat perlu memberikan manfaat nyata. Selain memenuhi kebutuhan dasar, zakat juga dapat mendorong masyarakat membangun kemandirian ekonomi.
Zakat Produktif Bantu Masyarakat Bangun Usaha
Iskandar menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Lampung mendorong program zakat produktif untuk membantu mustahik atau penerima zakat mengembangkan usaha. Melalui program ini, penerima manfaat dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat kondisi ekonomi keluarga.
Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak berhenti pada bantuan jangka pendek. Sebaliknya, program pemberdayaan mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi agar mereka mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri.
“Pak Gubernur mendukung penuh kinerja pengumpulan ZIS serta pendistribusian yang berdampak kepada mustahik, seperti program zakat produktif, bantuan pangan bagi kelompok rentan, serta beasiswa tahfiz Al-Qur’an melalui program satu desa satu hafiz Al-Qur’an,” ujar Iskandar.
Selain zakat produktif, BAZNAS menyalurkan bantuan pangan untuk membantu kelompok rentan memenuhi kebutuhan dasar. Program ini membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, BAZNAS Provinsi Lampung juga mengembangkan dukungan pendidikan melalui beasiswa tahfiz Al-Qur’an. Program tersebut mendukung pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan.
Ketiga program itu menyasar kebutuhan masyarakat yang berbeda. Secara khusus, bantuan pangan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adapun zakat produktif mendorong pertumbuhan usaha, sedangkan beasiswa tahfiz mendukung pendidikan generasi muda.
Gubernur Lampung Raih Grand BAZNAS Awards Dua Kali
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyerahkan Grand BAZNAS Awards 2026 dalam acara di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela hadir mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan menerima penghargaan itu.
Jihan menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang kembali diraih Gubernur Lampung. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemprov Lampung dan BAZNAS untuk memperkuat kerja sama. Dengan begitu, kedua pihak dapat mengoptimalkan potensi zakat demi menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Tentu saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi ini. Ini merupakan stimulus semangat yang luar biasa bagi Pemerintah Provinsi Lampung dan BAZNAS Provinsi Lampung untuk terus bersinergi dan mengoptimalkan ekosistem zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah, agar memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Jihan.
Menurut Jihan, BAZNAS berperan penting dalam mendukung kemandirian umat dan memperkuat kegiatan sosial. Selain itu, lembaga ini membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan kebutuhan dasar.
Karena itu, Pemprov Lampung ingin memperluas kolaborasi dengan BAZNAS, muzaki, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap lebih banyak warga dapat mengakses program bantuan dan pemberdayaan.
Lebih lanjut, Jihan berharap kolaborasi yang berkelanjutan dapat melahirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Dengan demikian, zakat dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung.
BAZNAS RI Tekankan Pengelolaan Zakat yang Berdampak
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menjelaskan bahwa Grand BAZNAS Awards bukan sekadar ajang penghargaan. Sebaliknya, kegiatan ini mendorong lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah meningkatkan kualitas tata kelola serta memperluas manfaat zakat.
Menurut Sodik, pengembangan ekosistem zakat membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, muzaki, organisasi, dan tokoh masyarakat. Oleh sebab itu, setiap pihak perlu mengambil peran sesuai kapasitasnya.
Selain memperkuat kolaborasi, BAZNAS perlu meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat semakin mudah menunaikan zakat. Di sisi lain, lembaga ini juga perlu menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan bantuan.
Sodik menjelaskan bahwa zakat dapat membantu mengatasi berbagai persoalan sosial. Misalnya, zakat dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, penanganan bencana, layanan kesehatan, dan bantuan bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.
Sodik juga menyebut arah pengembangan BAZNAS periode 2026–2031 menitikberatkan kolaborasi, inovasi, dan perbaikan tata kelola kelembagaan. Sejalan dengan arah tersebut, BAZNAS diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan program.
Grand BAZNAS Awards 2026 Perkuat Kolaborasi Zakat Nasional
BAZNAS RI menggelar Grand BAZNAS Awards 2026 sebagai bagian dari Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS se-Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. Tahun ini, penyelenggara mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.
Ajang tersebut menghadirkan 20 kategori Grand Awards. Selain itu, delapan juri eksternal dari berbagai sektor turut menilai kontribusi lembaga dan tokoh dalam pengembangan ekosistem zakat nasional.
Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, penghargaan ini menjadi momentum untuk melanjutkan kolaborasi dengan BAZNAS. Meski demikian, penguatan program juga perlu berjalan seiring dengan upaya memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Keberhasilan pengelolaan zakat dapat terlihat dari semakin luasnya jangkauan bantuan, berkembangnya usaha penerima manfaat, dan meningkatnya akses pendidikan. Karena itu, Pemprov Lampung dan BAZNAS perlu terus memperkuat ketepatan penyaluran serta keberlanjutan program.
Pada akhirnya, sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS diharapkan menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan yang membantu masyarakat Lampung tumbuh lebih mandiri dan sejahtera.***






