KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Wanita Katolik Republik Indonesia (RI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Tanjungkarang menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VI. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMA Xaverius Bandarlampung, Minggu (18/9/2022).
Konfercab VI mengangkat tema “Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Organisasi Menuju Kesejahteraan Masyarakat”.
Nani Patriana Prabandari Kembali Memimpin
Dalam konferensi tersebut, peserta kembali memilih Nani Patriana Prabandari sebagai Ketua Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang.
Nani meraih 26 suara. Sementara itu, Anastasia Sriyati meraih 11 suara. Kemudian, Klara Alexandra Yuliana mendapat 8 suara.
Selanjutnya, Rugun Pasaribu Sirait, E Suparmi, dan Maria Endang Dwi Astliti masing-masing memperoleh 3 suara.
Dengan hasil tersebut, Nani kembali memimpin Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang. Ia akan menjalankan tugas untuk masa bakti berikutnya.
Nani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan anggota Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya meminta dukungan ibu-ibu semua untuk membantu saya dalam karya pelayanan selama tiga tahun ke depan,” kata Nani.
Selanjutnya, Nani berjanji meningkatkan kualitas organisasi. Selain itu, ia ingin membangun pribadi yang berkarakter. Dengan demikian, organisasi dapat meningkatkan karya pelayanan di dalam dan di luar altar.
Program Pelayanan Wanita Katolik RI
Kemudian, Nani memaparkan program kerja yang telah dijalankan pada periode 2018-2022.
“Di antaranya pelayanan kepada sesama yang kekurangan atau tertimpa bencana. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan balita dan ibu hamil melalui Posyandu. Selain itu, kami mendukung peningkatan kualitas anak-anak di PAUD,” papar Nani.
Di samping itu, Nani mengatakan organisasinya ikut menjaga kelestarian lingkungan. Mereka menjalankan kegiatan pembuatan eco-enzyme, pembersihan pantai, dan penanaman mangrove.
“Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang juga peduli pada masyarakat selama pandemi Covid-19. Kami membuka Warung Kasih dan memberikan makanan gratis kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Nani, pihaknya membagikan 4.680 kotak nasi bungkus. Selain itu, mereka membagikan hand sanitizer, APD, sepatu boot, dan masker.
DPD Minta Pengurus Rangkul Semua Kandidat
Sementara itu, Ketua Presidium DPD Wanita Katolik RI Provinsi Lampung Ellysabeth Sri Puryanti mengucapkan selamat kepada Nani.
Ellysabeth menyampaikan apresiasi atas terpilihnya kembali Nani sebagai ketua.
“Selamat untuk Ibu Nani Patriana Prabandari. Kepada seluruh anggota, saya berpesan agar mendukung Ibu Nani dan Ibu Anastasia Sriyati,” kata Ellysabeth.
Selain itu, Ellysabeth meminta Nani merangkul seluruh kandidat dalam kepengurusan baru.
“Kepada para kandidat yang belum terpilih, kami berharap mereka dapat menjadi bagian dari kepengurusan Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang,” katanya.
Selanjutnya, Ellysabeth meminta Nani segera menyusun kepengurusan masa bakti 2022-2025.
“Langkah selanjutnya adalah menyusun program internal Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang. Setelah itu, kami menyelesaikan laporan penyelenggaraan Konfercab VI untuk dilaporkan kepada Wanita Katolik RI DPD Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Dewan Pastoral Dukung Program Organisasi
Pada kesempatan yang sama, F. Joko Winarno mewakili pengurus Dewan Pastoral Gereja Kristus Raja Tanjungkarang. Ia menyampaikan dukungan terhadap kegiatan Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang.
“DPH gereja sepenuhnya mendukung semua kegiatan Wanita Katolik RI. Kami melihat Wanita Katolik RI Cabang Tanjungkarang aktif melalui berbagai karya karitatif. Organisasi ini juga mewartakan kabar baik dan sukacita kepada sesama,” kata Joko.
Menurut Joko, kegiatan tersebut menjadi bagian dari lima tugas gereja. Tugas itu meliputi liturgi, koinonia, kerygma, martyria, dan diakonia.
Selain itu, Joko menilai anggota Wanita Katolik RI memiliki peran strategis melalui keluarga.
“Melalui ibu-ibu yang tergabung dalam Wanita Katolik RI, DPH berharap organisasi ini mampu membantu anggota keluarga menampilkan kekhasan iman Katolik. Kami juga berharap mereka dapat meletakkan fondasi iman dan moral yang kuat,” jelasnya.
Di sisi lain, Joko mendorong anggota Wanita Katolik RI membangun hubungan baik dengan masyarakat.
“Dengan landasan kasih, kesabaran, dan kerendahan hati, Wanita Katolik RI harus mampu menjalin relasi yang baik dengan saudara-saudara dari berbagai latar belakang, termasuk yang berbeda agama,” katanya.
Karena itu, Joko menilai hubungan baik dengan masyarakat penting untuk terus dibangun.
“Relasi yang baik dengan masyarakat yang berbeda latar belakang akan memberikan dampak positif dalam kehidupan kita sebagai anggota masyarakat,” pungkasnya.
Konfercab Diikuti Sembilan Ranting
Selanjutnya, Ketua Panitia Konfercab VI Cicilia Trianingsih Carlost menjelaskan posisi Konfercab sebagai forum musyawarah Wanita Katolik RI.
Menurut Cicilia, forum tersebut mengacu pada Anggaran Dasar Tahun 2018 Bab V Pasal 15.
“Konfercab VI diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Cabang dengan bantuan pengurus ranting yang ditunjuk,” kata Cicilia.
Cicilia mengatakan peserta Konfercab VI berasal dari utusan ranting. Sebanyak sembilan dari 13 ranting di Tanjungkarang mengikuti kegiatan tersebut.
Selain itu, jumlah peserta dan panitia mencapai 75 orang.
“Konfercab VI semula kami rencanakan pada 29 Juli 2021. Namun, pandemi Covid-19 membuat kami menunda kegiatan tersebut,” jelas Cicilia.
Menurut Cicilia, DPC Tanjungkarang kemudian mendapat perpanjangan masa kepengurusan selama satu tahun dua bulan.
Dengan perpanjangan tersebut, DPC Tanjungkarang dapat menggelar Konfercab VI pada 18 September 2022.
“Saya berharap Konfercab VI berjalan lancar dan sukses. Kami juga berharap forum ini menghasilkan kepengurusan dan program organisasi yang lebih baik,” katanya.
Di samping itu, Cicilia berharap organisasi dapat memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan organisasi mitra.
“Semoga kerja sama tersebut semakin membawa manfaat bagi gereja dan negara,” pungkasnya.
Sejumlah Undangan Hadir
Pada pembukaan Konfercab VI, sejumlah tamu undangan menghadiri kegiatan tersebut.
Mereka antara lain Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang RD. Andreas Sutrisno dan Plt. Camat Kecamatan Enggal Rina Nurwati.
Selain itu, hadir lurah dan Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Langkapura, Gunung Sari, Pasir Gintung, dan Sawah Brebes.
Perwakilan Fatayat NU, Wanita Kristen, Hindu, dan IKAPI juga hadir. Sementara itu, organisasi masyarakat Katolik mengirimkan perwakilan dari VOX Point Indonesia Kota Bandarlampung dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bandarlampung.***






