KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat cadangan pangan melalui Temu Bisnis Tahun 2023. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lampung menggelar kegiatan tersebut.
Acara berlangsung di Hotel Horison Bandarlampung pada 31 Oktober hingga 1 November 2023. Kegiatan ini mempertemukan produsen, kelembagaan cadangan pangan, dan off taker.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan TPH Lampung, Ir. Bani Ispriyanto, M.M., membuka acara tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menindaklanjuti arahan Presiden RI.
“Acara ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden RI. Arahan tersebut berkaitan dengan penguatan BUMN sektor pangan sebagai off taker hasil pertanian dan peternakan,” kata Bani, Selasa (31/10/2023).
BUMN Pangan Perkuat Cadangan Pangan
Bani mendorong pemerintah memperkuat peran BUMN sebagai off taker. Menurutnya, pemerintah juga perlu menyiapkan skema pendanaan yang kuat.
Skema tersebut memiliki dua fungsi utama. Pertama, BUMN pangan dapat menjadi standby buyer saat musim panen.
Kedua, pendanaan dapat mendukung investasi infrastruktur pangan. Infrastruktur itu mencakup fasilitas penyimpanan dan sarana logistik.
Bani menyebut Bulog dan PT Wahana Raharja sebagai calon off taker produk pertanian Lampung. Keduanya dapat menyerap hasil pertanian dari petani lokal.
Pemerintah juga memiliki regulasi untuk mendukung pendanaan. Salah satunya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK.05/2022.
Aturan tersebut mengatur subsidi bunga pinjaman untuk penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Pemerintah juga menjalankan CPP sesuai Perpres Nomor 125 Tahun 2022.
Pemerintah Simpan Komoditas Pangan Strategis
Bani menjelaskan pemerintah menyerap produk pangan dari petani, peternak, dan nelayan. Pemerintah kemudian menyimpan produk tersebut di gudang atau fasilitas penyimpanan.
Fasilitas itu membantu memperpanjang masa simpan pangan. Dengan cara tersebut, pemerintah dapat menjaga stok sejumlah komoditas strategis.
Komoditas CPP mencakup beras, gula, minyak goreng, dan daging ruminansia. Pemerintah menjaga stok komoditas tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain fasilitas penyimpanan, Bani mendorong penggunaan teknologi rantai dingin. Teknologi tersebut membantu memperpanjang masa simpan produk pangan.
Badan Pangan Nasional menyalurkan sarana rantai dingin ke sejumlah sentra pangan. Sarana tersebut meliputi cold storage, air blast freezer, dan reefer container.
Pemerintah juga menggunakan heat pump dryer untuk mengeringkan produk. Langkah tersebut memperkuat pengelolaan stok pangan di delapan provinsi.
Lampung Dapat Air Blast Freezer
Badan Pangan Nasional mengalokasikan air blast freezer untuk Provinsi Lampung. Pemerintah menyiapkan fasilitas tersebut untuk mendukung penyimpanan daging ayam di Lampung Tengah.
Bani menjelaskan manfaat fasilitas tersebut bagi produk pangan. Fasilitas itu membantu memperpanjang masa simpan tanpa menurunkan kualitas.
“Dengan stok yang selalu tersedia, kita bisa melakukan intervensi saat terjadi kelangkaan produk,” ujar Bani.
Menurutnya, fasilitas tersebut juga mendukung pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah. Pemerintah menjalankan pengelolaan tersebut sesuai amanat regulasi.
Lampung Miliki 430 Lumbung Pangan Masyarakat
Bani menyebut cadangan pangan sebagai salah satu indikator ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah perlu menjaga ketersediaan stok sepanjang waktu.
Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) turut memperkuat cadangan pangan masyarakat. LPM juga membantu masyarakat menghadapi risiko kerawanan pangan.
Selain itu, LPM memudahkan masyarakat mengakses pangan. Pemerintah terus mendorong pengembangan LPM di berbagai wilayah.
Bani mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Aturan tersebut memberikan hak kepada masyarakat untuk mengembangkan cadangan pangan.
Provinsi Lampung memiliki 430 LPM. Pemerintah membangun 309 LPM melalui DAK.
Kemudian, APBN mendukung 27 LPM. Sementara itu, masyarakat membangun 94 LPM secara swadaya.
Temu Bisnis Perkuat Sinergi Pangan
Bani mengatakan Temu Bisnis mempertemukan berbagai pihak. Mereka mencakup produsen, kelembagaan cadangan pangan, dan off taker.
Kegiatan ini juga mendorong peran Bulog dan PT Wahana Raharja. Kedua lembaga tersebut dapat memperkuat cadangan pangan Lampung.
Plt. Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas TPH Lampung, Ratna Gustin, menyebut jumlah peserta mencapai 85 orang.
Peserta berasal dari berbagai instansi dan lembaga. Mereka antara lain berasal dari dinas kabupaten dan kota yang menangani cadangan pangan.
Penerima program LPM 2021-2022 juga mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, hadir Perum Bulog Divre Lampung dan Bank Indonesia wilayah Lampung.
Pinsar Petelur Nasional Wilayah Lampung dan PHRI Lampung turut mengikuti kegiatan. Berbagai pihak tersebut membahas penguatan ekosistem pangan daerah.
Temu Bisnis Dorong Serapan Gabah Petani
Ratna mengatakan sejumlah pihak menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog Divre Lampung.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung juga memberikan materi. CV Aulia Madina Broiler dan LPM Fajar Tani Pringsewu turut menjadi narasumber.
Ratna menjelaskan tiga tujuan utama kegiatan. Pertama, pemerintah ingin mempertemukan kepentingan produsen dan off taker.
Kedua, pemerintah ingin mengoptimalkan kembali peran LPM. Langkah tersebut bertujuan memperkuat cadangan pangan Lampung.
Ketiga, pemerintah ingin meningkatkan serapan gabah petani lokal. Langkah ini juga mendukung peningkatan cadangan beras Pemprov Lampung.***






