Banjir Rendam Sawah Way Gelam, Warga Raup Berkah dari Menjala Ikan

KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN – Banjir merendam sawah petani di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Namun, kondisi itu justru membawa berkah bagi Waskin dan warga lainnya.

Waskin memanfaatkan genangan air untuk mencari ikan di sungai. Ia menjala ikan sambil menunggu air sawah surut.

“Alhamdulillah dapat. Ikannya cuma betik (betok) sama sepat. Ini menjadi berkah tersendiri walau sawah saya tergenang banjir,” ujar Waskin kepada Krakatau.id, Minggu (22/12/2024).

Warga Way Gelam Menjala Ikan Saat Banjir

Sejak pagi, Waskin menjala ikan bersama sejumlah warga. Mereka menyusuri sungai yang meluap akibat hujan deras.

Hasilnya cukup membantu kebutuhan sehari-hari. Waskin mendapatkan ikan betok dan sepat dalam jumlah cukup banyak.

Sebagian hasil tangkapannya juga ia jual kepada warga yang melintas. Ia menjual ikan betok seharga Rp15 ribu. Sementara itu, ikan sepat ia jual Rp10 ribu.

“Lumayan lah,” kata Waskin.

Air Kiriman Perparah Banjir Sawah

Banjir tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Candipuro. Air juga mengalir dari Kecamatan Sidomulyo dan Way Panji.

Air kiriman tersebut masuk melalui sungai di sekitar kawasan persawahan. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir kemudian memperbesar debit air.

Akibatnya, sebagian besar sawah petani Way Gelam kembali tergenang. Kondisi tersebut membuat petani harus menunggu air surut sebelum kembali mengolah lahan.

Petani Tetap Bertahan di Tengah Banjir

Banjir membawa kerugian bagi petani. Tanaman padi yang sudah mereka tanam berisiko rusak jika genangan bertahan terlalu lama.

Namun, warga tidak tinggal diam. Mereka memanfaatkan kondisi sekitar untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Waskin memilih menangkap ikan di sungai. Hasilnya bisa ia konsumsi bersama keluarga atau jual kepada warga.

BACA JUGA :  Banjir Enam Kali Rendam Sawah Way Gelam, Petani Minta Sungai Dinormalisasi

Kondisi tersebut menunjukkan cara warga Way Gelam bertahan menghadapi banjir. Di tengah kerugian akibat sawah yang tergenang, mereka tetap mencari peluang dari sumber daya alam di sekitar.***