KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Seluruh pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026).
Dalam rangka menyukseskan acara ini, mereka mengusung tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”. Oleh karena itu, jajaran petugas dan warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Lapangan Lapas Perempuan Bandar Lampung dengan penuh khidmat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Bandar Lampung, Amiek Diyah Ambarwati, memimpin langsung jalannya upacara sebagai Inspektur Upacara. Kemudian dalam amanatnya, ia menekankan betapa krusialnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus panduan hidup.
“Pancasila adalah pedoman bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa memegang teguh nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun di dalam lingkungan pemasyarakatan,” ujar Amiek seperti dikutip dari https://www.instagram.com/lapasperempuan.lampung.
Perkuat Persatuan di Lingkungan Pemasyarakatan
Selain membahas tentang dasar negara, Amiek Diyah Ambarwati juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai pentingnya menjaga kebersamaan. Menurutnya, persatuan yang kuat antarindividu akan menyukseskan proses pembinaan di dalam Lapas.
Maka dari itu, ia mengajak semua pihak untuk saling menjaga komunikasi. “Kita harus saling mendukung dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan kondusif,” tambahnya di hadapan para peserta upacara.
Komitmen Lapas Perempuan Bandar Lampung
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, Lapas Perempuan Bandar Lampung berkomitmen untuk terus mengedukasi warga binaan. Selanjutnya, langkah nyata ini bertujuan meningkatkan semangat nasionalisme agar nilai-nilai luhur Pancasila meresap ke dalam jiwa setiap individu.
Dengan demikian, Lapas Perempuan Bandar Lampung dapat mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang:
• Lebih baik dan aman
• Harmonis dan kondusif
• Berintegritas tinggi
Pada akhirnya, seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan lancar dan tertib. Hal ini sekaligus mencerminkan semangat persatuan yang nyata antara petugas dan warga binaan.***






