KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kota Bandar Lampung menggelar aksi sosial kemanusiaan yang menyentuh masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) KAI ke-18, mereka menyelenggarakan layanan konsultasi hukum gratis serta kegiatan donor darah pada Sabtu (30/5/2026).
Adapun aksi peduli sesama ini berpusat langsung di Kantor KAI Lampung, Jalan Gatot Subroto No.70 F, Pahoman, Enggal, Bandar Lampung. Sejak pagi hari, para advokat beserta warga sekitar tampak antusias meramaikan lokasi acara.
Momentum Sejarah dan Perwujudan Advokat Pejuang
Ketua DPC KAI Kota Bandar Lampung, Goenawan Prihartono, S.H., menyampaikan bahwa momen ini bertepatan dengan sejarah berdirinya organisasi. Seperti diketahui, para pendiri membentuk Kongres Advokat Indonesia pertama kali di Palembang pada tahun 2008 yang lalu.
“Hari ini kita mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-18 untuk Kongres Advokat Indonesia. Sebab, hari ini bertepatan dengan hari dibentuknya KAI waktu itu di Palembang, 18 tahun yang lalu pada tahun 2008,” kata Mas Goen kepada Krakatoa.id.
Melalui peringatan tahun ini, KAI mengusung tema besar mengenai kepedulian sosial. Secara garis besar, perwakilan pengurus DPC KAI dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung turut hadir guna menyukseskan acara.
“Kegiatan hari ini sudah kita lakukan bersama sejak jam 8 pagi tadi. Hal ini karena kita mempunyai tema bahwa Kongres Advokat Indonesia ini adalah advokat peduli, sehingga kita juga menjadi advokat pejuang,” urai Mas Goen secara lugas.
Layanan Hukum Gratis dan Bakti Sosial Donor Darah
Sebagai bentuk nyata dari tema tersebut, KAI Lampung mengemas acara dalam dua agenda utama. Pertama, mereka melaksanakan bakti sosial donor darah untuk membantu ketersediaan stok darah di Lampung. Hasilnya, sebanyak 48 orang mendaftar dan tim medis berhasil menjaring 37 orang yang memenuhi syarat sebagai pendonor darah.
Goenawan mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh kepengurusan, jajaran Laskar Merah Putih (LMP), serta warga sekitar yang rela mendonorkan darah mereka. Selain itu, agenda kedua yang tidak kalah penting adalah pembukaan posko konsultasi hukum secara gratis bagi masyarakat umum.
“Tadi kami ada kedatangan beberapa warga, sekitar 5 orang, yang menyatakan kepada kami untuk dibantu dalam penanganan hukumnya. Tentu saja, kami siap mendampingi karena mereka punya beberapa permasalahan hukum yang ada,” tambahnya.
Sejarah Perjuangan KAI dan Pendampingan UMKM Nasional
Jika menilik ke belakang, KAI lahir dari sebuah keprihatinan mendalam terhadap dunia penegakan hukum. Selama bertahun-tahun, organisasi advokat di Indonesia hanya mendapatkan dominasi oleh segelintir kelompok tertentu saja. Namun, perjuangan gigih KAI akhirnya membuahkan hasil manis pada era kepemimpinan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.
“Sejak tahun 2015, kita diberikan kesempatan untuk melakukan sumpah anggota sendiri. Akhirnya, lahirlah beberapa teman-teman organisasi advokat yang selama ini juga boleh melakukan sumpah sendiri,” jelas Mas Goen mengenang titik balik organisasi.
Kini, kiprah KAI semakin meluas hingga ke sektor penguatan ekonomi nasional. Berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) 2024 di Bandung, KAI telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Koperasi dan UKM.
Pada akhirnya, jajaran advokat KAI siap mengawal program pemerintah dalam mendampingi pelaku UMKM serta Koperasi Merah Putih di seluruh penjuru Indonesia. Dengan demikian, KAI terus membuktikan diri sebagai pilar penegak hukum sekaligus mitra strategis yang humanis bagi masyarakat kecil.***






