KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kota Bandar Lampung, Goenawan Prihartono, S.H., membuktikan kebugarannya di tengah kesibukan menangani persoalan hukum masyarakat. Pria yang akrab disapa Mas Goen itu menuntaskan lari 5 kilometer dalam ajang PSMTI Run 2026 dengan catatan waktu 38 menit, Minggu (16/8/2026).
PSMTI Run 2026 berlangsung di Graha Wangsa Lampung. Mas Goen mengikuti rute 5K bersama peserta lainnya dalam kegiatan yang berlangsung sehari menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebelum lomba, Mas Goen menyiapkan fisik dan mengatur waktu istirahat. Kemudian, sekitar pukul 05.00 WIB, ia berangkat menuju Graha Wangsa dan tiba sekitar pukul 05.30 WIB.
Tepat pukul 06.15 WIB, panitia melepas para peserta untuk menempuh rute yang telah mereka siapkan. Para pelari kemudian bergerak dari Graha Wangsa menuju Jalan Yos Sudarso, Jalan Dr. Gatot Subroto, lalu kembali ke Jalan Yos Sudarso hingga garis finis.
“Ya, tadi ikut PSMTI Run, itu sejauh 5 km. Kita ikut tadi, start-nya di Graha Wangsa. Kita muter ke Jalan Yos Sudarso, naik ke Jalan Dr. Gatot Subroto, turun lagi ke Jalan Yos Sudarso sampai finis,” kata Mas Goen di Bandar Lampung, Minggu siang.
Mas Goen Tuntaskan 5K dalam 38 Menit
Mas Goen mengaku bersyukur karena tubuhnya mampu melewati seluruh rute. Bahkan, ia menyelesaikan lari 5K dalam waktu 38 menit dan membawa pulang medali.
“Syukur kita dikasih kesehatan dan kekuatan. Ternyata mampu menyelesaikan lari tersebut dalam waktu 38 menit. Dan masuk mendapatkan medali bahwa kita sampai ke finis lagi,” ujarnya.
Menurut Mas Goen, pencapaian tersebut memberikan kebanggaan tersendiri. Sebab, ia harus membagi waktu antara pekerjaan sebagai advokat dan kegiatan olahraga.
“Satu kebanggaan lah di usia seperti ini, di sela-sela kesibukan untuk mengurusi permasalahan hukum dari masyarakat, kita masih mampu untuk berjuang, mendedikasikan diri kita untuk diri kita sendiri supaya sehat dan selalu bersemangat,” katanya.
Selain menjaga kesehatan, Mas Goen juga melihat olahraga sebagai cara untuk membangun semangat dan menguji kemampuan diri.
Tantang Pelari Muda di Lintasan
Menariknya, Mas Goen tidak gentar menghadapi banyak peserta muda dalam PSMTI Run 2026. Ia justru menjadikan para pelari muda sebagai tantangan untuk mempertahankan semangatnya.
“Tantangannya itu banyak pelari-pelari muda. Itu nanti juga dalam pekerjaan banyak advokat-advokat muda. Tapi kita tidak kalah. Yang muda-muda masih bisa kita kalahkan,” ucapnya.
Bagi Mas Goen, semangat tersebut tidak hanya berlaku di lintasan lari. Ia juga mengaitkannya dengan dunia profesi advokat yang terus menghadirkan generasi baru.
Karena itu, ia ingin menunjukkan bahwa usia tidak otomatis membatasi seseorang untuk tetap aktif. Selama seseorang menjaga kondisi tubuh dan memiliki kemauan, ia tetap dapat menghadapi berbagai tantangan.
Tanjakan Aman Jaya Jadi Ujian Terberat
Mas Goen mengakui rute 5K memiliki sejumlah tantangan. Salah satu bagian yang paling menguras tenaganya muncul saat melewati tanjakan di kawasan Perumahan Aman Jaya.
“Tantangan yang terberat itu adalah di tanjakan Perumahan Aman Jaya. Itu landai tapi di atas cukup curam,” tuturnya.
Saat mencapai tanjakan tersebut, Mas Goen memilih berjalan. Ia tidak memaksakan tubuh untuk terus berlari agar tetap memiliki tenaga sampai garis finis.
“Di situ memang tidak bisa lari karena tidak memaksakan. Tapi kita berjalan. Ya syukur sampai di atas kita bisa sampai,” katanya.
Setelah melewati tanjakan, Mas Goen kembali melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mencapai garis finis. Dengan strategi tersebut, ia mampu menjaga stamina dan menyelesaikan seluruh rute.

Siapkan Fisik Sejak Pagi
Mas Goen juga mengungkapkan persiapan yang ia lakukan sebelum mengikuti lomba. Sejak malam sebelumnya, ia tidak tidur terlalu larut agar tubuh memiliki waktu istirahat yang cukup.
Kemudian, ia berangkat sekitar pukul 05.00 WIB menuju lokasi. Setibanya di Graha Wangsa, ia berkumpul bersama peserta lain untuk melakukan persiapan.
“Strategi kita memang dari semalam tidur tidak terlalu malam. Pagi tadi jam 5 kita sudah start ke lokasi, setengah 6 sampai. Disambut oleh teman-teman di sana untuk persiapan lari. Lalu tepat jam 6.15 kami tadi diberangkatkan,” jelasnya.
Sebelum lomba dimulai, Mas Goen juga mengonsumsi teh manis dan melakukan pemanasan. Ia memanfaatkan waktu sekitar 30 menit sebelum start untuk melakukan peregangan.
“Pagi kita juga tadi sudah minimal minum teh manis. Pemanasan tadi kita lakukan di lokasi karena masih ada waktu setengah jam. Minimal peregangan,” ujarnya.
Menurutnya, persiapan fisik sangat penting bagi peserta yang ingin mengikuti lari jarak 5 kilometer. Ia bahkan melihat beberapa peserta harus mendapat bantuan medis karena tidak mampu melanjutkan perjalanan.
“Kita tidak bisa kalau seperti ini kita hanya sekadar ikut, tidak bisa. Tadi juga ada beberapa yang diangkut pakai ambulans. Kita harus siapkan tadi fisik,” katanya.
PSMTI Run Jadi Momentum Semangat Kemerdekaan
Mas Goen tidak hanya mengejar medali ketika mengikuti PSMTI Run 2026. Ia juga membawa pesan khusus menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, perjuangan dalam lari memiliki kemiripan dengan perjuangan dalam kehidupan. Seseorang harus terus bergerak dan menyelesaikan tanggung jawab yang sudah ia mulai.
“Memaknai dengan Hari Kemerdekaan RI, itu merupakan semangat kita. Jadi jangan sampai kita berhenti di tengah jalan tanpa kita menyelesaikan segala sesuatu tanggung jawab yang diberikan kepada kita,” ujarnya.
Ia kemudian mengibaratkan perjuangan tersebut dengan semangat para pahlawan.
“Kalau dulu para pahlawan itu menyelesaikan sampai titik darah penghabisan, kalau tadi kita menyelesaikan sampai keringat darah yang terakhir,” katanya.
Bagi Mas Goen, pesan itu menjadi alasan penting untuk tidak mudah menyerah. Karena itu, ia memilih terus bergerak hingga mencapai garis finis meski harus menghadapi tanjakan dan bersaing dengan pelari yang lebih muda.
Dengan catatan waktu 38 menit pada lari 5K, Mas Goen menunjukkan bahwa kesibukan sebagai advokat tidak menghalanginya untuk menjaga kesehatan dan mengikuti kegiatan olahraga.
Lebih jauh, ia membawa semangat PSMTI Run 2026 sebagai pesan menjelang kemerdekaan: jangan berhenti di tengah jalan, hadapi tantangan, dan tuntaskan perjuangan hingga garis finis.
PSMTI Run 2026 sendiri berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Graha Wangsa Lampung, Bandar Lampung. PSMTI merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan.***






