KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Prestasi membanggakan datang dari SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung. Tiga siswanya berhasil membawa sekolah tersebut menjadi Juara 1 DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 tingkat nasional.
Tim yang terdiri dari Jeselyne, Bagas, dan Nicho berhasil mengungguli finalis dari 14 provinsi lainnya. Mereka meraih posisi teratas setelah melewati rangkaian seleksi dan kompetisi yang berlangsung sejak awal 2026.
Prestasi tersebut sekaligus mengharumkan nama Bandar Lampung di tingkat nasional.
DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 sendiri mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kompetisi tersebut menjaring 192.000 siswa dari 2.168 sekolah di 40 kota dan 15 provinsi.
Tiga Siswa SD Fransiskus 2 Pahoman Taklukkan Final Nasional
Nicho, salah satu anggota tim SD Fransiskus 2 Pahoman, mengaku sangat senang setelah berhasil membawa pulang gelar juara nasional.
Menurutnya, perjalanan menuju final tidak berlangsung mudah. Ia bersama Jeselyne dan Bagas harus terus belajar, berlatih, dan membangun kekompakan tim.
“Dari awal kompetisi hingga berhasil masuk ke tingkat nasional, kami banyak belajar, berlatih, dan saling menyemangati,” kata Nicho.
Setelah meraih juara tingkat provinsi, ketiganya semakin serius mempersiapkan diri. Mereka menyadari bahwa babak nasional akan mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai daerah.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Saat panitia mengumumkan nama SD Fransiskus 2 Pahoman sebagai Juara 1, ketiganya langsung merasakan kebanggaan.
Nicho juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah, guru, orang tua, dan teman-temannya.
“Pengalaman ini akan selalu kami ingat dan menjadi motivasi untuk terus belajar dan berprestasi,” ujarnya.
Kepala Sekolah: Prestasi Lahir dari Kerja Sama
Kepala SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung, Sr. M. Paulis FSGM, M.Pd., menyambut prestasi tersebut dengan penuh rasa syukur.
Menurutnya, keikutsertaan dalam DANCOW Indonesia Cerdas memberikan pengalaman penting bagi Jeselyne, Bagas, dan Nicho.
Selain siswa, orang tua dan pihak sekolah juga ikut merasakan manfaat dari proses tersebut.
“Menjadi Juara 1 tentu suatu kebanggaan. Namun, yang lebih penting adalah mereka belajar bahwa prestasi lahir dari kerja keras, disiplin, kerja sama, dan keberanian untuk terus berkembang,” kata Sr. M. Paulis.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi ketiga siswa untuk terus berkembang.
Sekolah juga ingin mereka semakin percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, prestasi tersebut diharapkan mendorong siswa lain untuk berani bermimpi dan mengejar prestasi.
Sr. M. Paulis juga menilai dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan tim.
Pendampingan sekolah dan dukungan keluarga membantu ketiga siswa membangun kepercayaan diri. Mereka juga belajar bekerja sama dan menghadapi tekanan selama kompetisi.
DANCOW Indonesia Cerdas Jaring 192 Ribu Siswa
DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 menghadirkan kompetisi edukatif dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif.
Kompetisi tersebut menggabungkan kegiatan offline dan online. Para peserta menghadapi berbagai tantangan yang mengasah kemampuan akademik sekaligus keterampilan lainnya.
Materi kompetisi mencakup literasi, numerasi, berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kerja sama tim.
Dengan pendekatan tersebut, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa proses belajar dapat berlangsung secara menyenangkan.
Category Marketing Manager DANCOW, Yohana Yose Gunawan, mengatakan kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung perkembangan anak Indonesia.
“Nestlé DANCOW percaya setiap anak Indonesia memiliki potensi luar biasa ketika mendapatkan dukungan gizi yang tepat serta kesempatan belajar yang berkualitas,” kata Yohana.
Ia mengucapkan selamat kepada SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung sebagai juara pertama. Yohana juga mengapresiasi seluruh finalis yang telah menunjukkan kemampuan terbaik.
SD Fransiskus 2 Pahoman Kalahkan 14 Provinsi
Pada babak final, SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung berhasil menempati posisi pertama.
SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga Makassar meraih Juara 2. Sementara itu, SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta menempati posisi ketiga.
Hasil tersebut menunjukkan ketatnya persaingan antarsekolah dalam kompetisi tingkat nasional.
Bagi SD Fransiskus 2 Pahoman, kemenangan tersebut menjadi catatan prestasi penting. Sekolah asal Bandar Lampung itu mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Belajar Tak Lagi Hanya di Ruang Kelas
DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 juga mengusung konsep belajar yang dekat dengan kehidupan anak.
Babak final kompetisi hadir melalui program edutainment yang tayang di Indosiar dan berbagai platform digital sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Konsep tersebut memperluas pengalaman belajar anak. Mereka tidak hanya belajar melalui buku atau kegiatan di ruang kelas.
Tayangan edukatif juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk berpikir, bertanya, bereksplorasi, dan menemukan kesenangan dalam belajar.
Selain itu, aktivitas menonton bersama dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berdiskusi. Orang tua pun dapat ikut mendampingi anak dalam proses belajar.
DANCOW Dorong Anak Indonesia Terus Berprestasi
Yohana mengatakan Nestlé DANCOW akan melanjutkan berbagai program yang mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
Program tersebut menggabungkan dukungan gizi dan stimulus belajar. Perusahaan berharap pendekatan tersebut dapat membantu anak berkembang secara menyeluruh.
“Kami berharap dapat senantiasa berkontribusi dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang cerdas secara menyeluruh, berkarakter, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Yohana.
Sejak 2008, Nestlé DANCOW mengembangkan berbagai program bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, kreativitas, inovasi, dan pengembangan siswa sekolah dasar.
Hingga kini, keseluruhan program tersebut telah menjangkau lebih dari 392 ribu anak di 40 kota dan kabupaten di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung, kemenangan di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 menjadi bukti bahwa siswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
Jeselyne, Bagas, dan Nicho kini membawa pulang bukan hanya trofi juara. Mereka juga membawa pengalaman belajar, kerja sama, dan keberanian untuk terus berprestasi.***






