KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN — Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa, 8 September 2026. Erupsi terjadi pukul 11.34 WIB.
Data Magma Indonesia mencatat erupsi berlangsung sekitar 17 detik. Seismogram merekam amplitudo maksimum 50 milimeter.
Tinggi kolom erupsi kali ini tidak teramati. Petugas tetap memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga
Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Status tersebut membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah juga meminta masyarakat mematuhi rekomendasi dari Badan Geologi.
Badan Geologi melarang masyarakat mendekati Gunung Anak Krakatau. Larangan tersebut berlaku dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” demikian rekomendasi yang dikutip dari Magma Indonesia.
Erupsi Anak Krakatau Terekam Seismogram
Erupsi pada Selasa siang terekam jelas melalui peralatan seismograf. Alat tersebut mencatat amplitudo maksimum hingga 50 mm.
Erupsi berlangsung singkat dengan durasi sekitar 17 detik. Sementara itu, tinggi kolom erupsi tidak terlihat atau tidak teramati.
Petugas terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dari sumber resmi.
Warga Diminta Patuhi Radius Bahaya
Status Siaga masih berlaku untuk Gunung Anak Krakatau. Karena itu, masyarakat dan wisatawan tidak boleh mendekati kawah aktif.
Masyarakat juga perlu menghindari informasi yang belum terverifikasi. Ikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah.
Erupsi terbaru ini menegaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Masyarakat di sekitar kawasan Selat Sunda perlu tetap tenang dan waspada.
Gunung Anak Krakatau erupsi pada 8 September 2026 pukul 11.34 WIB. Status Level III Siaga tetap berlaku, dengan radius larangan aktivitas 3 kilometer dari kawah aktif.***






