KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Pemerintah Provinsi Lampung meminta warga pesisir Kabupaten Pesawaran memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Anak Gunung Krakatau. Setiap keluarga perlu menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) sebelum keadaan darurat terjadi.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan imbauan tersebut saat mengecek kesiapan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Puskesmas Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Selasa (8/9/2026).
Menurut Jihan, masyarakat perlu mengetahui langkah evakuasi sejak dini. Warga juga harus mengenali lokasi evakuasi, jalur menuju lokasi, sumber informasi, serta barang yang perlu mereka bawa.
“Prinsipnya satu orang satu Tas Siaga Bencana dan ditaruh di tempat yang terjangkau, jangan ditaruh di gudang atau tempat yang tidak bisa dijangkau,” ujar Jihan.
Jangan Tunggu Evakuasi Baru Cari Barang
Jihan mengingatkan masyarakat agar tidak mencari perlengkapan darurat ketika petugas meminta mereka mengungsi. Setiap keluarga sebaiknya menyiapkan kebutuhan tersebut jauh sebelum bencana terjadi.
Air minum, pakaian, obat-obatan, makanan ringan, uang, surat berharga, senter, dan radio komunikasi dapat mengisi TSB.
Setiap anggota keluarga sebaiknya memiliki satu tas. Letakkan tas tersebut di tempat yang mudah dijangkau agar seluruh anggota keluarga dapat mengambilnya dengan cepat.
Ketika petugas mengeluarkan peringatan, warga bisa langsung membawa tas dan menuju titik evakuasi.
Kesiapsiagaan, kata Jihan, tidak sekadar mengenali ancaman bencana. Masyarakat juga harus mampu menjawab tiga pertanyaan penting: ke mana harus pergi, bagaimana memperoleh informasi, dan apa yang harus dibawa.
Sukajaya Lempasing Siapkan Delapan Titik Evakuasi
Sejumlah Desa Tangguh Bencana di Pesawaran mulai memperkuat sistem evakuasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Di Sukajaya Lempasing, pengurus Destana menyiapkan delapan titik evakuasi bagi masyarakat.
Untuk mempercepat penyebaran informasi, perangkat desa menggunakan sistem komunikasi berjenjang. Informasi bergerak dari perangkat desa kepada kepala dusun dan RT, kemudian mereka meneruskannya kepada masyarakat.
Masjid dan musala juga menjadi bagian dari sistem peringatan. Pengurus memanfaatkan interkom untuk menyampaikan informasi kepada warga.
Sementara itu, pengurus Destana Desa Cilimus menyiapkan lokasi evakuasi di wilayah yang lebih tinggi. Mereka turut menyiapkan tenda dan dapur umum untuk mendukung warga saat kondisi darurat.
Sebagai sistem peringatan dini, Desa Cilimus mengandalkan sirene yang dapat menjangkau wilayah sekitar.
Jihan meminta pengurus Destana memastikan seluruh warga mengenal titik evakuasi sebelum bencana terjadi.
“Jangan sampai ketika ada peringatan, masyarakat masih bertanya harus evakuasi ke mana,” kata Jihan.
Pemprov Lampung Kirim Bantuan Kesehatan
Selain mengecek kesiapan Destana, Pemprov Lampung menyalurkan perlengkapan kesehatan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau.
Bantuan tersebut terdiri dari 500 masker 3 ply, 500 masker KN95, 1.000 masker kain, 200 pakaian hazmat, serta satu unit konsentrator oksigen.
Pemprov Lampung menyalurkan seluruh perlengkapan itu melalui Destana Desa Cilimus dan Desa Sukajaya Lempasing.
Jihan meminta warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap abu vulkanik.
Saat beraktivitas di luar rumah, masyarakat perlu menggunakan masker. Kacamata juga dapat membantu melindungi mata jika kondisi memungkinkan.
Untuk mencegah kontaminasi, tutup makanan dan minuman selama abu vulkanik masih berpotensi menyebar.
“Partikel dari abu vulkanik itu bukan seperti debu biasa,” tegas Jihan.
Di tengah kondisi tersebut, Jihan juga menyampaikan laporan mengenai peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di sejumlah wilayah.
Karena itu, perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian penting dalam menghadapi paparan abu vulkanik.
Pesawaran Bagikan 80 Ribu Masker
Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran Sopyan Agani mengatakan Pemkab Pesawaran langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setelah menerima laporan aktivitas erupsi pada Sabtu sore.
Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan membuka posko dan membagikan masker kepada masyarakat.
Hingga Selasa (8/9/2026), pemerintah membagikan sekitar 80.000 masker di 11 kecamatan Kabupaten Pesawaran.
Untuk wilayah pesisir, BPBD Pesawaran memprioritaskan distribusi masker ke empat kecamatan.
Di sisi lain, Pemkab Pesawaran menggunakan grup komunikasi Desa Tangguh untuk menyampaikan informasi kebencanaan secara cepat.
Petugas memperbarui perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau secara berkala. Mereka juga menyampaikan informasi situasi setiap enam jam.
Sopyan meminta kepala desa dan camat di wilayah pesisir memastikan seluruh kepala desa tetap aktif dalam grup komunikasi tersebut.
Dengan komunikasi yang aktif, pemerintah desa dapat memperoleh informasi terbaru dan meneruskannya kepada masyarakat secara cepat.
Semua Desa Pesawaran Memiliki Destana
Sopyan mengatakan seluruh desa di Kabupaten Pesawaran memiliki Desa Tangguh Bencana secara legal.
Meski demikian, sejumlah desa masih membutuhkan penguatan kapasitas. Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pelatihan dan pembekalan.
Penguatan tersebut diharapkan membuat setiap desa semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk erupsi Anak Gunung Krakatau.
“Pembentukan sudah kita lakukan. Ke depan, mudah-mudahan untuk penguatan Desa Tangguh bisa kita laksanakan,” pungkasnya.
Kesiapsiagaan menghadapi erupsi Anak Gunung Krakatau membutuhkan tindakan sederhana tetapi konsisten. Mengenali titik evakuasi, mengikuti informasi resmi, menggunakan masker, dan menyiapkan satu Tas Siaga Bencana untuk setiap anggota keluarga menjadi langkah penting sebelum keadaan darurat terjadi.***






