KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN – Petugas gabungan menemukan 2.775 ekor burung di bagasi bus di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Petugas menemukan burung itu pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 20.30 WIB.
Petugas menemukan burung tersebut saat memeriksa bus yang melintas di kawasan Pelabuhan Bakauheni. Mereka menemukan 71 keranjang dan lima kardus berisi burung.
Pemeriksaan awal menunjukkan burung tersebut berasal dari Kertapati, Palembang. Pengangkut berencana membawa ribuan burung itu ke Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
Petugas menemukan masalah pada dokumen pengangkutan. Pengangkut juga belum melaporkan satwa tersebut kepada petugas karantina.
Badan Karantina Indonesia memimpin pemeriksaan tersebut melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung. Gakkum Kementerian Kehutanan turut membantu pemeriksaan.
BKSDA Seksi Wilayah III Bengkulu juga ikut dalam operasi tersebut. KSKP Bakauheni, TNI Angkatan Laut, dan FLIGHT Protecting Indonesia’s Birds turut mendukung pengawasan.
Kepala Karantina Lampung Donni Muksydayan menjelaskan awal penemuan tersebut.
“Awalnya petugas melakukan pemeriksaan terhadap bus yang melintas. Saat bagian bagasi diperiksa, ditemukan sejumlah keranjang dan kardus yang berisi burung,” ujar Donni di Lampung Selatan, Minggu (27/9).
Petugas Identifikasi 18 Jenis Burung
Petugas kemudian memeriksa seluruh burung. Mereka juga mengidentifikasi setiap jenis burung yang ditemukan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 2.775 ekor burung dari 18 jenis.
Trucukan menjadi jenis dengan jumlah terbanyak. Petugas menghitung 950 ekor trucukan.
Petugas juga menemukan 480 ekor jalak kebo. Selain itu, mereka menemukan 360 ekor prenjak Jawa dan 283 ekor prenjak kelabu.
Jumlah jenis lainnya juga cukup banyak. Petugas menemukan 177 ekor pentet kelabu dan 155 ekor sogon.
Mereka juga menghitung 120 ekor pleci dan 102 ekor manyar. Petugas menemukan 52 ekor cipoh dan 35 ekor gelatik batu.
Petugas masih menemukan beberapa jenis burung lainnya. Seluruh satwa tersebut kemudian menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pengangkut Masukkan Burung ke Bagasi Bus
Donni mengatakan petugas beberapa kali menemukan pola pengangkutan seperti itu. Pengangkut biasanya memasukkan burung ke dalam keranjang atau kardus.
Mereka kemudian menempatkan kemasan tersebut di bagasi bus. Menurut Donni, pola tersebut membuat pemeriksaan di jalur lalu lintas satwa menjadi penting.
“Pola seperti ini beberapa kali kami temukan, yaitu burung dikemas dalam keranjang atau kardus kemudian ditempatkan di bagian bagasi bus. Karena itu, pemeriksaan di titik-titik lalu lintas seperti Bakauheni penting dilakukan,” kata Donni.
Petugas memastikan burung tersebut berasal dari Kertapati. Pengangkut rencananya membawa satwa itu menuju Jakarta.
Petugas juga mengecek dokumen pengangkutan. Hasil pemeriksaan menunjukkan pengangkut tidak memiliki dokumen persyaratan.
Pengangkut juga belum melaporkan satwa tersebut kepada petugas karantina. Karena itu, petugas menahan seluruh burung untuk pemeriksaan berikutnya.
Petugas Periksa Kesehatan Ribuan Burung
Petugas tidak hanya memeriksa dokumen pengangkutan. Mereka juga memeriksa kondisi kesehatan setiap burung.
Karantina Lampung perlu memastikan setiap satwa memenuhi persyaratan pergerakan antardaerah. Pemeriksaan tersebut juga membantu petugas mencegah risiko penyebaran penyakit hewan.
Donni meminta masyarakat melapor sebelum membawa hewan antardaerah.
“Setiap masyarakat yang akan melalulintaskan hewan antardaerah agar melapor terlebih dahulu kepada petugas karantina. Dengan begitu, pemeriksaan dapat dilakukan dan persyaratan yang diperlukan bisa dipenuhi sebelum satwa diberangkatkan,” kata Donni.
Menurut Donni, masyarakat juga bisa memperoleh informasi tentang persyaratan melalui petugas karantina. Petugas akan menjelaskan ketentuan sesuai jenis hewan yang akan dibawa.
Bakauheni Jadi Titik Penting Pengawasan Satwa
Pelabuhan Bakauheni menjadi salah satu titik penting pengawasan lalu lintas satwa. Pelabuhan tersebut menghubungkan pergerakan orang, kendaraan, dan barang antara Sumatera dan Jawa.
Karena itu, Karantina Lampung terus memperkuat pemeriksaan di kawasan tersebut. Petugas bekerja sama dengan sejumlah instansi untuk mengawasi pergerakan satwa.
Pemeriksaan bertujuan mencegah masyarakat membawa satwa tanpa memenuhi ketentuan. Petugas juga berupaya mengurangi risiko penyebaran penyakit hewan.
Selain itu, pengawasan membantu menjaga sumber daya hayati. Pemerintah akan terus melakukan pemeriksaan di jalur lalu lintas strategis seperti Pelabuhan Bakauheni.***






