I Ketut Dharma Putra, Alumnus Unila, Raih Beasiswa Chevening: Dari Aktivis Kampus Hingga Karir Internasional

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — I Ketut Dharma Putra, yang akrab disapa Yoga, seorang alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) angkatan 2014, baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil meraih beasiswa Chevening untuk melanjutkan pendidikan S-2 di Queen Mary University of London. Pencapaian ini bukan hanya sekadar prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik Unila ke dunia internasional.

Lulus dengan segudang prestasi di kampus, Yoga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi dan selalu terlibat dalam berbagai kompetisi. Salah satu momen yang tak terlupakan adalah saat ia meraih Juara 2 dalam Constitutional Moot Court Competition yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi. Selain itu, Yoga juga berhasil menjadi delegasi terpilih dalam Kompetisi Asia-Pacific Model United Nations Conference (AMUNC) di Sydney, Australia, dan banyak lagi penghargaan lainnya yang membuatnya dikenal luas.

Namun, pencapaiannya tidak berhenti di ranah akademik dan organisasi. Yoga juga aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang berhubungan dengan pengembangan ekonomi masyarakat. Keterlibatannya dalam budidaya hidroponik di Lampung, misalnya, mendapat apresiasi dari Djarum Foundation dan Satu Indonesia Awards dari Astra International. Pengalaman sosial inilah yang memberi nilai tambah dalam perjalanan hidupnya, menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya dinilai dari akademik semata, tetapi juga kontribusi terhadap masyarakat.

Setelah menyelesaikan pendidikan S-1, Yoga melanjutkan karir profesionalnya di salah satu firma hukum terkemuka di Jakarta, di mana ia fokus pada Foreign Direct Investment, merger & acquisition, serta bidang hukum pelayaran internasional. Pengalaman bekerja di dunia korporat ini semakin mengukuhkan pilihannya untuk melanjutkan studi S-2 di luar negeri.

Meskipun tantangan awal yang dihadapi cukup berat—mulai dari adaptasi dengan sistem pendidikan Inggris yang berbeda hingga metode belajar yang asing bagi banyak mahasiswa internasional—Yoga tidak menyerah. Dengan kerja keras dan ketekunan, ia akhirnya berhasil beradaptasi dan meraih kesuksesan di Queen Mary University of London.

BACA JUGA :  Antisipasi Long Weekend Peringatan Isra' Mi'raj dan Tahun Baru Imlek, ASDP Pastikan Kesiapan Kapal dan Pelabuhan

Bagi Yoga, beasiswa Chevening ini adalah lebih dari sekadar kesempatan akademik. Kuliah di London, salah satu kota dengan jaringan internasional terbesar, memberinya peluang untuk memperluas koneksi global. Ia menyadari bahwa memiliki jaringan yang kuat sangat penting dalam membuka peluang karir di masa depan.

Yoga berharap, kisah perjalanan hidupnya dapat menginspirasi mahasiswa Unila, bahkan mahasiswa Indonesia pada umumnya. Ia berpesan, “Tetap rendah hati dan baik hati, karena hal itu akan membawa kita jauh dalam hidup.” Dengan semangat tersebut, Yoga mengajak mahasiswa untuk terus berusaha mencapai pendidikan tinggi dan mengembangkan jaringan ke berbagai penjuru dunia.***