Lampung percepat eliminasi TBC dengan dukungan Rp4,1 triliun dari pusat. Gubernur Mirza dorong deteksi dini dan peran kader kesehatan.
Lampung Tancap Gas Perangi TBC
KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung langsung tancap gas mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC). Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin langkah strategis dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Ia menyampaikan komitmen ini saat menghadiri acara percepatan eliminasi TBC di Aula Semergo, Selasa (14/4/2026). Dalam kesempatan itu, Benjamin Paulus Octavianus dan Akhmad Wiyagus turut hadir.
TBC Jadi Ancaman Nyata Pembangunan
Gubernur Mirza menilai TBC bukan sekadar penyakit. Sebaliknya, TBC mengganggu produktivitas masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Oleh karena itu, pemerintah tidak menunda langkah. Pemerintah langsung memperkuat penemuan kasus dan mempercepat pengobatan.
Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.
Dukungan Rp4,1 Triliun Perkuat Aksi Daerah
Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam. Pemerintah mengalokasikan Rp4,1 triliun untuk memperkuat penanganan TBC.
Anggaran tersebut akan mempercepat penyediaan alat kesehatan modern, termasuk rontgen, serta memperkuat kerja kader di lapangan.
Dengan demikian, daerah dapat bergerak lebih cepat dan lebih tepat dalam menangani kasus.
Strategi Jemput Bola: Periksa Satu Rumah
Pemerintah menerapkan strategi agresif dalam penemuan kasus. Tenaga kesehatan akan memeriksa seluruh anggota keluarga pasien TBC.
Langkah ini menjadi kunci penting. Selain itu, pemerintah juga memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi warga berisiko.
Dengan strategi ini, rantai penularan bisa diputus lebih cepat.
Puskesmas Jadi Garda Terdepan
Pemerintah memperkuat peran puskesmas sebagai lini terdepan layanan kesehatan. Selain itu, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ikut mempercepat deteksi dini penyakit.
Langkah ini berdampak langsung pada rumah sakit. RSUD Abdul Moeloek kini tidak lagi menanggung beban berlebihan karena pasien bisa tertangani lebih awal.
Capaian Lampung Terus Meningkat
Lampung menunjukkan hasil positif. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan meningkat tajam dari 103 persen pada 2024 menjadi 131 persen pada 2025.
Selain itu, angka kesembuhan TBC juga naik hingga 98 persen. Bahkan pada awal 2026, capaian pengobatan sudah mencapai 81 persen.
Hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan mulai membuahkan hasil nyata.
Ribuan Kader Jadi Ujung Tombak
Pemerintah menggerakkan 5.200 kader TBC di seluruh desa. Mereka aktif mencari kasus, mendampingi pasien, dan mengedukasi masyarakat.
Selain itu, pemerintah memberikan insentif bulanan agar para kader bekerja lebih optimal dan konsisten.
Kolaborasi Jadi Kunci Sukses
Gubernur Lampung mengajak semua pihak untuk bergerak bersama. Ia menegaskan bahwa kesehatan menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Akhmad Wiyagus mendorong sinergi kuat antara pusat dan daerah.
Di sisi lain, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memastikan kesiapan daerah dalam menjalankan program penanggulangan TBC.***






