Jadi Penghasil Kopi Nomor Dua di Indonesia, Mukhlis Basri Sebut Kopi Lampung Barat Jadi ‘Emas Hijau’

KRAKATOA.ID, PESAWARAN – Kabupaten Lampung Barat terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu raksasa produsen kopi di tingkat nasional. Dalam hal ini, wilayah tersebut sukses menduduki peringkat kedua sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Posisi Lampung Barat tepat berada di bawah Kabupaten Pagar Alam yang menempati peringkat pertama.

Mukhlis Basri membeberkan fakta menarik tersebut saat menyampaikan sambutan pada Sabtu (30/5/2026). Adapun momen tersebut berlangsung dalam acara Panen Raya Jagung Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) di Desa Sinar Jati, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Lampung I itu kini bertugas di Komisi V DPR RI.

“Lampung Barat itu penghasil kopi terbesar di Lampung, nomor dua di Indonesia, hanya kalah dengan Kabupaten Pagar Alam. 99 persen produksinya adalah kopi jenis robusta,” ujar Mukhlis Basri.

Panen Raya Tiba, Harga Kopi Bertahan Tinggi

Melalui momentum panen raya tahun ini, Mukhlis Basri menjelaskan bahwa kondisi perkebunan kopi di Lampung Barat sedang menunjukkan geliat positif. Meskipun hasil panen tidak merata di seluruh wilayah, beberapa kecamatan sukses mencatatkan angka produksi yang lumayan bagus.

Selain itu, ia menilai komoditas kopi saat ini benar-benar menjelma sebagai ‘emas hijau’ yang sangat menguntungkan. Sebab, nilai jual produk di tingkat petani masih sangat menjanjikan dan stabil.

“Produksi kopi sekarang ini masih betul-betul menjadi emas hijau. Harganya masih bertahan di atas Rp50 ribu per kilogram, jadi luar biasa untuk para petani,” tambah Mukhlis di hadapan para peserta yang hadir.

Mukhlis Basri Undang Ketua Umum GNTI ke Lampung Barat

Berkat potensi yang sangat melimpah tersebut, Mukhlis Basri secara terbuka mengundang Ketua Umum GNTI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, untuk berkunjung langsung. Tentu saja, masyarakat setempat sangat menantikan kehadiran mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan.

BACA JUGA :  OREO Berbagi Seru Dorong Pendidikan Karakter untuk 1.400 Siswa SD di Tubaba

Dalam kesempatan itu, Mukhlis juga mengingatkan kembali memori sejarah saat Presiden Joko Widodo pernah menginjakkan kaki di Lampung Barat. Oleh karena itu, ia mengajak jajaran tokoh nasional untuk terus memberikan perhatian khusus dan bantuan nyata bagi para petani di Lampung Barat, Pesisir Barat, hingga Tanggamus.

“Tinggal pak menteri (Ketua Umum GNTI) yang belum pernah ke Lampung Barat, itu ditunggu. Bukan hanya untuk urusan kopi, urusan perikanan juga bisa bapak bantu melalui perjalanan mulai dari Tanggamus,” tuturnya penuh harap.

Sebagai informasi, sejumlah tokoh penting daerah ikut mengawal langsung jalannya agenda kemitraan tani tersebut. Salah satunya, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus yang hadir langsung di tengah acara panen raya jagung di Pesawaran ini.***