KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung merayakan Hari Raya Idul Qurban 1447 H / 2026 dengan penuh rasa syukur. Tahun ini, Lapas Perempuan Bandar Lampung berhasil menghimpun hewan kurban berupa 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing.
Bupati Lampung Selatan, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, serta warga binaan menyerahkan langsung bantuan hewan kurban tersebut kepada pihak Lapas.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Amiek Diyah Ambarwati, menjelaskan bahwa petugas langsung menyalurkan sebagian besar hewan kurban sejak hari pertama.
“Kami alhamdulillah di Idul Qurban ini dapat 4 sapi dan 4 kambing. Kami sudah mendistribusikan 3 sapi dan 4 kambing kepada warga binaan dan juga kepada tetangga-tetangga sekitar sini,” ujar Amiek kepada Krakatoa.id di ruang kerjanya, Jumat (29/05/2026).
Strategi Potong Kurban di Hari Kedua dan Sinergi Bersama Media
Pihak Lapas sengaja menyisakan satu ekor sapi untuk mereka sembelih pada hari kedua (Jumat). Amiek mengungkapkan, keputusan ini bertujuan agar pelaksanaan kurban berjalan lebih kondusif dan petugas tidak terburu-buru.
Selain itu, Amiek memanfaatkan momen pemotongan di hari kedua ini khusus untuk merajut silaturahmi dengan awak media (wartawan) yang selama ini aktif membantu publikasi Lapas.
“Kalau kami memotong di hari-H pasti semuanya lagi sibuk. Yang kedua, biasanya orang yang habis memotong itu cenderung tidak mau makan karena mencium bau darah. Makanya kami berinisiatif memotong di hari kedua, lalu kami mengundang wartawan,” jelas Amiek ramah.
Bagi Amiek, wartawan adalah mitra penting bagi kemajuan Lapas. Melalui momen makan bersama ini, ia ingin menegaskan keterbukaan institusinya kepada publik.
“Wartawan ini teman kita, kita jarang ada kesempatan mengajak makan. Nah, hari Jumat ini kita makan bareng-bareng. Kita menyatu bahwa tidak ada rahasia di antara kami. Kami juga berterima kasih karena wartawan sudah menjadi perpanjangan tangan kami untuk menyiarkan berita tentang kegiatan-kegiatan Lapas,” tambahnya.

Apresiasi untuk Pihak Ketiga dan Mitra Lapas
Tidak hanya wartawan, Lapas juga mengalokasikan daging kurban dari sapi keempat ini khusus bagi pihak ketiga. Mereka adalah para mitra yang selama ini rutin memberikan pembinaan dan pelatihan bagi warga binaan Lapas Perempuan Bandar Lampung.
Pihak Lapas memberikan daging kurban tersebut kepada:
• Pelatih tari dan pelatih pramuka.
• Instruktur pelatihan keterampilan.
• Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang mendampingi anak-anak.
• Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Hindari Kerumunan, Petugas Antar Langsung Paket Kurban hingga Pakai Ojol
Demi menjaga ketertiban, pihak Lapas menyiapkan 50 paket daging kurban untuk warga sekitar. Namun, Lapas tidak menggunakan sistem antrean kupon di lokasi. Sebaliknya, petugas Lapas bergerak langsung mengantarkan daging tersebut ke rumah-rumah warga.
“Kami membagikan paket ini tanpa mengundang warga ke sini karena kami menghindari kerumunan. Jadi, petugas kami mengantarkan langsung ke perkampungan di belakang Lapas. Kami bahkan mengirimkan sebagian lagi lewat layanan Go-Send,” kata Kalapas.
Aksi berbagi ini sejalan dengan program rutin yang tengah Amiek galakkan, yaitu “Jumat Berbagi”. Ke depan, Lapas Perempuan Bandar Lampung berkomitmen untuk rutin membagikan berkah setiap hari Jumat—baik berupa nasi atau kebutuhan lainnya—kepada masyarakat, termasuk para pengemudi ojek online (ojol).
Sebagai informasi, saat ini Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung menampung sebanyak 233 warga binaan. Pihak Lapas memastikan seluruh warga binaan ikut menikmati sukacita dan berkah daging kurban pada momen Idul Adha tahun ini.***






