Regenerasi Kader PMII Lampung, Menjawab Tantangan Kepemimpinan di Era Disrupsi

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Provinsi Lampung masa khidmat 2024–2026 menjadi titik penting dalam regenerasi kepemimpinan muda Islam di tengah era disrupsi digital, tantangan moral, dan pergeseran sosial. Bukan sekadar seremoni organisasi, pelantikan ini menjadi momentum evaluasi dan harapan terhadap daya saing kader-kader muda dalam menjawab persoalan nyata masyarakat.

Mengangkat tema “Penjaga Gerbang Peradaban, Pengawal Perubahan”, acara yang digelar di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (12/4/2025), mempertegas bahwa PMII tidak hanya fokus pada kaderisasi internal, tapi juga siap menavigasi arah perubahan zaman.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam sambutannya menegaskan bahwa PMII perlu melahirkan kader-kader yang tidak hanya tangguh secara ideologis, tetapi juga lincah dalam menghadapi realitas baru seperti polarisasi politik, transformasi digital, hingga krisis sosial dan lingkungan.

“Di era yang serba cepat ini, tantangannya bukan cuma soal ide besar, tapi juga eksekusi, konsistensi, dan kemampuan menjawab persoalan rakyat. Kader PMII harus peka terhadap isu-isu seperti ketimpangan digital, etika media sosial, hingga literasi politik di kalangan muda,” ujar Wagub Jihan.

Ketua PKC PMII yang baru, M. Yusuf Kurniawan, mengakui bahwa kepengurusan ke depan memiliki tantangan besar dalam memperluas ruang kaderisasi yang responsif. Ia menargetkan PMII bisa hadir lebih kuat di tengah masyarakat, terutama dalam mendorong narasi kebangsaan yang moderat serta literasi digital di kalangan mahasiswa.

Sementara itu, Acep Jamaludin dari PB PMII menambahkan bahwa tantangan utama organisasi hari ini bukan hanya dalam mencetak pemimpin, tetapi membangun branding gerakan yang profesional, inklusif, dan adaptif di tengah derasnya pengaruh algoritma digital dan tren global.

“PMII harus menjadi ruang tempaan mental dan intelektual yang tidak terjebak romantisme masa lalu. Dunia berubah, dan kader kita harus menjadi pemain utama dalam perubahan itu,” tegas Acep.

BACA JUGA :  FEB Unila Lantik PJ Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Periode 2024

Pelantikan ini juga menjadi refleksi tentang arah kaderisasi di tengah generasi muda yang semakin kritis, cepat berubah, dan hidup dalam arus informasi tak terbendung. PMII ditantang untuk tidak hanya memproduksi wacana, tetapi juga solusi.***