Rekoleksi Guru dan Karyawan SMA Xaverius Bandar Lampung “Jalan Sang Guru dalam Spiritualitas Kristiani”

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Pada Jumat 11 April 2025 seluruh guru dan karyawan SMA Xaverius Bandar Lampung mengikuti kegiatan rekoleksi yang dibawakan oleh RD. L Raditya Christianto. Rekoleksi ini merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilakukan, rekoleksi ini sebagai bentuk penyegaran iman untuk semakin mempererat hubungan dengan Tuhan. Pada Rekoleksi kali ini mengambil Tema “Jalan Sang Guru dalam Spiritualitas Kristiani”.

Tema ini diambil berdasarkan teladan yang diajarkan Tuhan Yesus sebagai guru bagi kita semua. Sebuah perjalanan yang banyak permenungan dalam menjalani tugas sebagai seorang guru. Umat kristiani sendiri sudah memiliki teladan dari Tuhan Yesus yang neninggalkan jejak tentang peran guru yang memberikan inspirasi dalam berbagai hal. Pengajaran Yesus sendiri kepada murid-muridnya membawa pesan secara spritual dalam perjalanaNya yang dengan rendah hati melayani tanpa batasan.

Sikap sederhana yang ditunjukan Tuhan Yesus sebagai seorang hamba memberi pengaruh besar dalam hidup umat kristiani, hamba sendiri dapat dimaknai sebagai seorang yang memiliki status lebih rendah, kemudian memiliki sikap patuh dan taat dalam setiap tugas serta tanggung jawab yang diberikan. Bertolak dari sini dapat diartikan sebagai sebuah bentuk pelayanan yang sesungguhnya mau diajarkan dalam proses perjalanan menjadi seorang guru.

Proses perjalanan spritual ini tentu menjadi refleksi dan tantangan untuk bisa dihayati. Setiap kasih yang diajarkan Tuhan Yesus bisa ditularkan kepada siswa dalam perjalanan menjadi guru. Pada materi yang disampaikan oleh RD. L Raditya Christianto terdapat 4 jalan sang guru yang bisa menjadi pedoman yaitu pengosongan diri, jalan panggilan suci, jalan pemerdekaan rohani, dan jalan pengharapan hati. Secara singkat dalam empat aspek tersebut tentang bagaimana cara hidup yang secara khusus dekat dengan Tuhan serta mengerti apa yang menjadi ajaranNya dengan tidak mengikuti nafsu pribadi yang terus berfokus pada kepentingan diri, paham akan panggilanNya bukan mengelak atau menghindar dengan berbagai alasan duniawi, terbebas dari semua hal yang melunturkan iman dan menjadi sarana berkat bagi orang lain. Hal ini tentu sesuatu hal yang tidak mudah, jika disandingkan dengan pengajaran tersebut maka jalan sang guru bukan hanya sekadar mentransfer ilmu namun memahami betul apa gunanya ilmu itu.

BACA JUGA :  SMA Xaverius Bandar Lampung Bersama RS Imanuel di Workshop Geh! Hari Kedua Sesi Kedua: Bakteri Juga Bisa Ngamuk Kalau Kamu Sembarangan

Pada kesempatan ini juga RD. L Raditya Christianto memberi kesempatan kepada bapak dan ibu guru serta karyawan untuk merefleksikan seberapa jauh keterlibatan diri dalam mengamalkan Jejak Tuhan Yesus dalam peran sebagai guru baik untuk diri sendiri, keluarga, dan siswa. Setelah itu rekoleksi ini diisi dengan sharing bersama kelompok untuk berbagi pengalaman ketika menjadi seorang guru. Pengalaman tersebut pun disharingkan antar kelompok, berbagai jawaban yang mengundang gelak tawa, seru, dan spritualitas pastinya.

“Hal sederhana yang paling buat kami bahagia adalah ketika anak rindu kehadiran kita di dalam kelas,” ucap Florentina Olivia sembari tersenyum.

Itu hal sederhana dari ribuan kebahagian menjadi seorang guru, kebahagian ini merupakan bagian dari kekuatan yang terus dapat dinikmati setiap hari dan membentuk spiritualitas dalam diri. Dari pengalaman kerinduan siswa terhadap guru merupakan bentuk mengasihi yang diajarkan dalam iman kristiani.

“Setiap pengalaman dari masing- masing guru pasti punya cerita yang berbeda dan pastilah memberi cerita dan kesan tersendiri, pengalaman ini yang memberi ruang untuk terus berproses untuk membangun spritualitas kristiani,” tutup Romo Radit.

Setelah itu rekoleksi ditutup dengan Misa Syukur sebagai bagian dari peneguhan iman.***

Penulis : Dewi Kristiani
Editor : F. Joko Winarno