Romo Condro, 30 Tahun Setia: “Kemanapun Kuutus, Engkau Harus Pergi”

KRAKATOA.ID, PRINGSEWU -— Perayaan syukur 30 tahun imamat Reverendus Dominus (R.D.) Yulianus Bambang Condro Saptono berlangsung penuh khidmat di Gereja Santo Yusup, Pringsewu, Jumat (18/7). Misa dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo.

Misa dihadiri para imam diosesan di Keuskupan Tanjungkarang antara lain; Romo F. Fritz Dwi Saptoadi, Romo Piet Yunanto Sukowiluyo, Romo Yohanes Baptis Widarman, Romo Nicolaus Heru Andrianto, Romo Antonius Untoro, Romo Bernad Hariyanto Silaban, Romo Fransiskus Agus Triyono, Romo Andreas Sutrisno, Romo Frasiskus Xaverius Dista Kristanto, Antonius Suhermanto, dan Romo Thomas Aquino Imam Mursyid.

Romo Condro pun mengungkapkan rahasia kesetiaan imamatnya hingga ke-30 tahun.

“Jangan melupakan janji imamat. Ingat akan janji imamat, itu ajalah, kalau ada apa-apa harus ingat janji imamat,” ujar secara eksklusif kepada Krakatoa.id sebalum misa mulai, Jumat (18/7) di halaman Gereja Santo Yusup, Pringsewu.

Romo Condro yang kini melayani di Gereja Katedral Kristus Raja, Tanjungkarang, ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Tanjungkarang pada 8 Juli 1995, tepat 30 tahun lalu, oleh Duta Besar Vatikan Mgr. Pietro Sambi dan Mgr. Andreas Henrisoesanta, SCJ (keduanya telah wafat).

Romo Condro adalah putra asli Pringsewu yang ditahbiskan seorang diri saat itu, dengan motto imamat: “Kemanapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi” (Yeremia 1:17).

Momen istimewa ini tak hanya menjadi hari syukur bagi Romo Condro dan umat, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan penghargaan dari sahabat-sahabat seperjalanannya dalam karya pelayanan.

Sahabat Seperjalanan: Kesaksian dan Apresiasi

R.D. Piet Yunanto Sukowiluyo, mengenang Romo Condro sebagai sosok yang tetap bersemangat meskipun kondisi fisik tak sekuat dahulu.

“Romo Bambang adalah seorang Romo yang energik, penuh semangat, selalu siap laksanakan tugas yang diberikan, apa pun itu. Memang sakitnya sekarang membuat tidak selincah dulu, tetapi hati dan semangat tidak berubah. Beliau diterima oleh teman-temannya, tentu dengan segala keunikannya. Umat pun umumnya senang dengan beliau,” ungkap RD Piet.

BACA JUGA :  Lokakarya Cipta Lagu Liturgi Gereja Katolik Etnik Lampung: Merayakan Keharmonisan Budaya dan Iman

“Baguslah beliau sebagai imam … semangat terus Romo Bambang, juga selamat untuk terus menikmati kesetiaan Tuhan dan meneruskannya melalui karya-karya pelayanan Romo … Berkah Dalem,” ucapnya.

Sementara itu, R.D.F. Fritz Dwi Saptoadi—yang ditahbiskan sebagai diakon bersamaan dengan Romo Condro 30 tahun silam—menyampaikan penilaiannya yang jujur tentang karakter sahabatnya itu.

“Dia pribadi yang percaya diri, fokus pada dirinya, dan saklek meski punya rasa humoris. Dia banyak tahu tentang orang dan mudah menilainya,” ucapnya.

R.D.Yohanes Baptis Widarman, teman satu angkatan di Seminari St. Petrus Pematangsiantar tahun 1986, menilai Romo Condro sebagai pribadi yang sederhana, tenang, dan penuh perhatian.

“Romo yang sederhana, dan perhatian baik kepada sesama romo maupun bagi banyak orang. Humoris, pribadi yang tenang,” kenang RD Widarman.

Tak hanya dari kalangan imam, kesan mendalam juga datang dari umat awam. Reny, salah satu anggota Komisi HAK dan Kerasulan Awam Keuskupan Tanjungkarang, melihat Romo Condro sebagai pribadi yang bersahaja dan selalu siap membantu.

“Romo Bambang Condro itu romo yang aku kenal orangnya ramah. Diminta bantuan apa pun, jika memang ada waktu, beliau tidak pernah berkata tidak. Selalu bersedia untuk membantu dimanapun,” ujar Reny.

Warisan Kesetiaan dalam Pelayanan

Tiga dekade dalam pelayanan bukanlah perjalanan yang mudah, namun Romo Condro menjalaninya dengan penuh ketekunan dan kesetiaan. Dari awal tahbisan hingga kini, ia menunjukkan dedikasi terhadap panggilannya, seperti yang tercermin dari motto imamatnya yang terus dihidupi.

Melalui perayaan ini, umat dan rekan sepelayanan kembali diingatkan akan pentingnya kesetiaan pada janji imamat, semangat pelayanan, dan ketulusan dalam membangun relasi dengan sesama.

Selamat merayakan 30 tahun imamat, Romo Condro. Ad multos annos!