KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Workshop Geh! Hari kedua di sesi kedua ini fokus pada kesehatan jasmani. Kesehatan jasmani ini mengambil tema “Bakteri Juga Bisa Ngamuk Kalau Kamu Sembarangan” yang disampaikan langsung oleh apt. Martianus Perangin-Angin, S.Farm., M.Farm., Klin., selaku Kepala Instalasi Farmasi di RS Imanuel Way Halim. Workshop ini dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025 di SMA Xaverius Bandar Lampung.
“Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, namun tidak efektif untuk infeksi virus dan jamur. Beberapa contoh infeksi yang tidak memerlukan antibiotik, misalnya batuk dan pilek tanpa sesak, influenza, cacar air, gondong, campak, luka kecil, demam berdarah, diare cair tanpa darah, dan hepatitis,” ujar apt. Martianus Perangin-Angin, S.Farm., M.Farm., Klin.
“Antibiotik berfungsi sebagai agen penyelamat dalam pengobatan penyakit infeksi bakteri, mengubah hasil diagnosa yang sebelumnya berisiko kematian menjadi kesembuhan, jika digunakan dengan bijak. Pemilihan antibiotik yang tepat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mengurangi risiko resistensi, serta memastikan pasien mendapatkan perawatan yang terbaik. Mekanisme resistensi antibiotik melibatkan perubahan genetik pada bakteri, memungkinkan mereka untuk bertahan dari efek obat, meningkatkan risiko infeksi yang sulit diobati,” ujar Martinus lebih lanjut.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka gunakanlah antibiotik dengan bijak sangat penting untuk mencegah resistensi dan menjaga kesehatan masyarakat, serta memastikan efektivitas pengobatan di masa depan. Beberapa tips yang dapat dilakukan terkait dengan penggunaan antibiotic yang bijak, diantaranya tidak membeli antibiotik sendiri (harus dengan resep dokter), tidak menggunakan antibiotik untuk infeksi jamur atau virus, tidak menyimpan antibiotik di rumah, tidak memberi antibiotik sisa kepada orang lain, dan tanyakan kepada apoteker informasi obat antibiotik.
Penggunaan antibiotik yang tidak bijak bukan hanya menjadi masalah medis, tetapi juga ancaman global yang dapat melemahkan kemampuan kita melawan infeksi. Jika penggunaan yang keliru terus dibiarkan, resistensi antibiotik dapat meningkat dan membuat penyakit yang seharusnya mudah diobati menjadi berbahaya bahkan mematikan. Oleh karena itu, kesadaran dan kedisiplinan dalam memanfaatkan antibiotik sesuai anjuran dokter merupakan langkah penting untuk menjaga efektivitasnya di masa depan. Mari bersama-sama bertanggung jawab dalam penggunaan antibiotik demi kesehatan diri, lingkungan, dan generasi mendatang. Salam Xavepa HEBAT!***
Kontributor : Resti Hosiana S
Editor : F. Joko Winarno






