KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan bantuan hingga Rp20 juta bagi warga yang mengalami kondisi darurat kesehatan sebagai bentuk respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Eva Dwiana sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan dukungan kepada warga yang menghadapi musibah, baik akibat bencana alam maupun masalah kesehatan.
“Sebagai pemerintah daerah tentunya ingin melihat warganya sejahtera dan sehat, maka kami harus hadir saat mereka sedang kesulitan,” ujar Eva Dwiana di Bandar Lampung, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, pemerintah kota terus berupaya memastikan masyarakat yang mengalami musibah dapat segera mendapatkan bantuan, sehingga beban yang mereka hadapi dapat berkurang dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Selain bantuan untuk kondisi darurat kesehatan, Pemkot Bandarlampung juga menyalurkan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak bencana alam. Besaran bantuan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan.
Eva Dwiana menjelaskan bahwa bantuan bagi korban bencana berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta. Dana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perbaikan rumah yang rusak.
Sementara itu, bagi warga yang membutuhkan penanganan medis darurat, pemerintah kota menyediakan bantuan hingga Rp20 juta yang dapat digunakan untuk biaya pengobatan dan akomodasi selama menjalani perawatan.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya dinilai dari nominal yang diberikan, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan.
“Kami berharap masyarakat tidak melihat dari nominalnya, tetapi dari kehadiran pemerintah saat mereka benar-benar membutuhkan bantuan,” katanya.
Eva Dwiana menambahkan bahwa program bantuan ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah kota terhadap laporan masyarakat, sekaligus upaya untuk memastikan warga mendapatkan dukungan saat menghadapi situasi sulit.
“Setidaknya bantuan ini bisa membantu meringankan kesulitan yang dihadapi warga dan mempercepat pemulihan setelah bencana,” ujarnya.***






